<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278</id><updated>2011-08-26T23:10:10.010+07:00</updated><category term='Menyapa nurani'/><category term='Sekedar Berbagi'/><category term='Perjalanan'/><category term='Perenungan'/><category term='Curahan hati'/><title type='text'>dEr@ bekesah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-5096341358230293088</id><published>2011-07-15T17:15:00.001+07:00</published><updated>2011-07-15T17:30:03.870+07:00</updated><title type='text'>Ibu Hj. Mimi Pembela hak masyarakat yang di khianati negara</title><content type='html'>Baru-baru ini, Pengadilan Negeri Unaaha, Sulawesi Tenggara mengabulkan gugatan PT CAL (Celebes Agro Lestari) yang menghukum ibu Hj. Mimi (Nurjaniah Gazali) utk membayar ganti rugi sebesar Rp. 500 juta dari tuntutan perusahaan sawit tersebut yang sejumlah Rp. 5 milyar, karena penolakan kelompok masyarakat adat Sambawa yg dipimpinnya atas perkebunan sawit yg menggusur tanah warga dianggap "menghalangi dan merugikan perusahaan sawit".  Kasus ini jauh lbh besar dr kasus Prita dan Ibu Hj. Mimi melakukan pembelaan terhadap masyarakat, namun sangat minim dukungan publik pd perjuangan Ibu Hj. Mimi.  Perjuangan Ibu Hj. Mimi untuk membela hak-hak masyarakat dianggap sebagai tindakan kriminal.  Negara melalui aparatusnya sudah melecehkan hak masyarakat dan dengan sengaja mendorong masyarakat kedalam jurang kemiskinan dan kesengsaraan.  Mari dukung Ibu Hj. Mimi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hj. Mimi, yang memiliki nama lengkap Nurjaniah Gazali, berjuang melawan perkebunan kelapa sawit di Konawe Sulawesi Tenggara sejak tahun 2008.Ini diawali dengan keprihatinan Hj. Mimi dengan lokasi Konawe yang semua ditanami sawit. Tanah yang diserobot oleh perusahaan kelapa sawit PT. Sultra Prima Lestari (SAL) tersebut adalah tanah adat masyarakat Konawe. “Tanah ini warisan dari bapak saya, yang merupakan pejuang di sini, di lahan ini juga ada perkuburan dan monumen bersejarah” papar Hj. Mimi yang juga merupakan pemimpin masyarakat adat Sambandete Walandawe (Sambawa).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Walau masyarakat sudah menjelaskan kepada pemerintah bahwa tanah tersebut adalah tanah adat, namun tidak ada respon positif dari pemerintah. Karena sudah berkali-kali Hj.Mimi melaporkan masalah penyerobotan tanah adat tersebut, dan tidak pernah digubris, membuat Hj. Mimi dan masyarakat mencabuti kelapa sawit di lahan tersebut pada bulan Maret 2008.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Faktor lain yang membuat warga marah adalah karena pihak perusahaan yang selalu ingkar janji. Padahal sudah ada surat perjanjian yang ditanda tangani perusahaan dan masyarakat yang isinya bahwa perusahaan akan menghentikan aktivitas perkebunan kelapa sawit. Di bulan Juni 2008, masyarakat kembali tersulut emosi karena perusahan kambali ingkar janji, masyarakat kembali mencabuti sawit. Bulan Februari 2010, Mimi dan masyarakat melakukan pembakaran terhadap tanamanan sawit karena janji yang diingkari lagi oleh perusahaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pembakaran ini berujung pada gugatan perdata kepada Hj. Mimi, yang dituntut ganti rugi Rp. 5 milyar, dengan mobil dan rumahnya sebagai jaminan yang dimintakan untuk disita oleh pengadilan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hj. Mimi juga pernah dilaporkan ke polisi dengan tuduhan merusak tanaman sawit, namun Hj. Mimi tak mau tinggal diam, beliau balik melaporkan perusahan dengan tuduhan penyerobotan tanah adat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perusahaan pernah menawarkan damai, pada Mimi. “Saya nggak mau damai, kita terusin aja ke pengadilan” katanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aksi menolak sawit, ini dilakukan dalam berbagai cara yaitu; demonstrasi di DPRD, demonstrasi di Polres, dan demonstrasi di perusahaan, dengan estimasi massa 200 orang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sampai dunia kiamat, tanah tak akan kami lepaskan, karena ini tanah leluhur” ucap Hj. Mimi bersemangat. Semangat yang berapi-api ini adalah karena perasaan memiliki yang sangat dalam terhadap tanah tersebut, dan Mimi tak rela tanah tersebut jatuh ke tangan perusahaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Tanah ini adalah tanah adat, bukan tanah perusahan, tapi tanah untuk generasi kami” kata Mimi yang lahir di Konawe Utara, tanggal 9 Mei 1955 ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Jangan pikir, karena saya perempuan maka saya tak berani,” ungkap ibu 4 anak dan 12 cucu ini, tentang perjuangannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(sumber : Buku Peluh Pembebasan: Bunga Rampai Kiprah Perempuan Dalam Pengelolaan Sumber-Sumber Kehidupan, terbitan WALHI, 2011 halaman 47-49)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-5096341358230293088?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/5096341358230293088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=5096341358230293088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/5096341358230293088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/5096341358230293088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2011/07/ibu-hj-mimi-pembela-hak-masyarakat-yang.html' title='Ibu Hj. Mimi Pembela hak masyarakat yang di khianati negara'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-17043375823809583</id><published>2011-03-31T22:07:00.000+07:00</published><updated>2011-03-31T22:09:16.234+07:00</updated><title type='text'>Bumi, Sang Pertiwi yang terluka</title><content type='html'>Kenari sudah tidak berkicau lagi&lt;br /&gt;rangkong sudah tidak berkoak lagi&lt;br /&gt;gerimis yang tipis membungkam belantara yang tinggal kenangan&lt;br /&gt;memudar harapan ditebas raungan mesin-mesin pembasmi masa depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenangan akan masa lalu&lt;br /&gt;berputar dalam dongeng-dongeng kemakmuran&lt;br /&gt;diajarkan kepada lugu kanak-kanak,&lt;br /&gt;yang terperangah membayangkan keindahan tak terbayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bumi...Ibu yang letih&lt;br /&gt;tertatih merentas masa&lt;br /&gt;terseok menapaki terjal maya pada&lt;br /&gt;mengaluri jurang yang runtuh sejengkal demi sejengkal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu sang Pertiwi yang menderita&lt;br /&gt;digerus serakah kaum loba....&lt;br /&gt;senyum lembutnya kutemukan diujung peradapan&lt;br /&gt;asa ini masih ada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serapah dan umpatan saja tidak cukup&lt;br /&gt;janji dan tebaran pesona kata saja tidak memulihkan&lt;br /&gt;luka-luka itu sudah terlampau parah dan bernanah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Bumi...&lt;br /&gt;biarkan anak-anak masa depan ini berjanji....&lt;br /&gt;bekerja dan menebarkan pesona, akan cantik rupa&lt;br /&gt;dan eloknya dirimu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balikpapan, 31/03/2011&lt;br /&gt;Memandang hamparan luka di sisi Timur Kalimantan&lt;br /&gt;saat diri sedang mengutuk kekejian kaum serakah yg merajam pertiwi&lt;br /&gt;dengan Beko, Cainsaw dan excavator&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-17043375823809583?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/17043375823809583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=17043375823809583' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/17043375823809583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/17043375823809583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2011/03/bumi-sang-pertiwi-yang-terluka.html' title='Bumi, Sang Pertiwi yang terluka'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-6702219213922393543</id><published>2009-02-23T14:10:00.004+07:00</published><updated>2009-02-24T16:12:43.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perenungan'/><title type='text'>Perjalanan sang waktu</title><content type='html'>Akhir-akhir ini aku sedang exciting banget krn ketemu teman2 lama di masa remaja dulu...kata seorang temen, endorfin ku sedang tinggi-tingginya..mungkin juga seh...aku harap aku ga sampe fly deh...&lt;br /&gt;Tanpa sengaja bayang-banyang masa kecil kembali terulang dlm ingatan...kadang ketawa2 sendiri liat foto-foto masa lalu...sudah sekian lama waktu berlalu, 20 thn..wow..bukan masa yang singkat dan aku mulai mengingat sekian tahun itu apa aja yang udah aku lakukan..seperti tersentak sendiri, aku menyadari banyak juga waktu itu berlalu dengan sia-sia...wested years...dan seperti missing link dalam kehidupanku, aku menemukan bahwa terlalu banyak aku menelantarkan "keadaan" terlalu sering aku membuat orang lain sakit hati, walau kadang aku juga menemukan bahwa, aku juga udah bikin senang banyak orang..(yg ini mungkin sisi narsisku bicara...hehehehehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena baru di dunia virtual, fesbuk...ini yang membawa aku ke masa lalu..melemparkan ingatan ke masa2 kecil dan masa2 remaja yang sepertinya tanpa beban.  Terima kasih buat teman-teman yang masih ingat dan masih menganggap aku sebagai sahabat, sebagai teman, sebagai seseorang yang dulu mereka kenal...tapi sebagaimana usia yang bertambah, waktu yang berlalu...juga membawa banyak perubahan pada diri pribadi lepas pribadi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat ketika masa SMA dulu, aku pernah bercita-cita mau menjadi seorang adventurir yang berkeliling kemana-mana, aku pernah bercita-cita akan terus berpetualang sampai aku ga mampu lagi berjalan...dan sempat keinginanku itu tertunda karena berbagai hal, namun keyakinanku akan hasrat dalam diri telah membentuk sebuah keteguhan, bahwa aku harus bisa bepergian ketempat-tempat lain, minimal di negara sendirilah atau kalo ga bisa...ya di kampung sendirilah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan...kekuatan pikiran itu yang aku pahami..bahwa apabila kita telah meyakini sesuatu dan tekun serta bersabar dalam mewujudkannya maka...adalah sebuah keniscayaan bahwa impian itu akan menjadi kenyataan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika aku pernah bertemu dengan seorang "sufi" yang mengatakan bahwa, otak adalah kekuatan diri...bahwa takdir itu ditentukan oleh kekuatan pikiran dan kemauan manusia sendiri..aku sangat terpengaruh oleh "sang sufi" dan menetapkan diri untuk menjalankan semua takdirku dan menentukan sendiri langkah2 yang harus aku ambil untuk mewujudkan impian masa kecilku...&lt;br /&gt;Amazing...it's works..aku bisa bepergian keberbagai darah, bahkan aku mendapat kesempatan utk mengunjungi eropa...Jerman negara impian masa kecilku sudah aku kunjungi...apakah ini kebetulan..?? aku rasa tidak...Niat, keyakinan..!! itu yang menjadikannya sebagai sebuah keniscayaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang aku temukan kemudian dalam perjalanan-perjalanku...Kalo pernah membaca buku Sabda Zarathustra karya nietszche, disana Nietszche bersabda tentang "keyakinan" yang mati..tentang lemahnya manusia yang "terkooptasi" oleh dogma dan hanya bisa berpasrah pada "jalan hidup" yg digariskan oleh Sang Roh Absolute...dan aku pikir Nietzsche benar...bahwa sang absolute sudah mati saat ini...dia mati karena manusia tidak bisa menghidupkan dia dalam keseharian, dalam perjalanan-perjalananku, aku menemukan manusia-manusia yang telah "membunuh" Sang Roh Absolute atau setidaknya menisbikan Ke-Absolute-an sang Roh...kok bisa begitu..?? coba deh kita simak sama-sama bagaimana Sang Roh Absolute di nistakan ketika kita liat bagaimana ke-Agungan karya Sang Roh Absolute tersebut di rusak untuk kepentingan pribadi atau golongan, atas nama kemakmuran, karya Agung yang kita sebut dengan bumi ini di-eksploitasi dan di rusak tanpa ampun...dan sebagai "pencuci" dosa, si-perusak kemudian kasih derma kesana-sini dan meng-ekspose kedermawanannya dengan gigih..apakah itu bukan menistakan Sang Roh Absolute..??  Bahkan sering juga aku temukan bagaimana manusia merasa menjadi "wakil" Sang Roh Absolute" di dunia ini, bahkan mereka merasa "lebih unggul" dari Sang Roh Absolute...mereka bisa dengan mudah bilang yang ini dosa, yang itu kafir yang sono musyrik...bahkan dengan mudah manusia menunjuk manusia yang lain sebagai calon penghuni neraka hanya karena berbeda keyakinan dengan kelompok mereka...wow..luar biasa..Sang Roh Absolute ga ada kuasanya...dia telah mati dan dibunuh oleh manusia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh..kok ngelindur sampe ke sono yah...&lt;br /&gt;Kembali ke topic awal yah...dalam beberapa hari ini aku seolah-olah kembali ke masa lalu..kembali menjadi anak remaja dengan berbagai dinamikanya..walau itu cuma ada di dunia virtual..tapi cukup mengasyikkan..keriangan masa remaja, kegembiraan anak-anak muda pada zamannya...dan anak-anak muda itu saat ini telah menjadi pribadi-pribadi lain..anak-anak remaja yang dulu lugu melangkah dan merentas jalan hidupnya masing-masing..kini telah hidup dalam warna yang mungkin beberapa diantaranya tidak pernah membayangkan mau jadi apa dirinya ketika dewasa atau tua...&lt;br /&gt;Ada teman yang bilang..kehendak sang waktu kadang tidak bisa kita ketahui dia datang bagai pencuri di waktu malam...benarkah..??? atau sebenarnya kita telah membuat takdir itu dengan impian masa kecil kita dan seiring dengan berjalannya waktu kita menata diri dengan mewujudkan impian itu dan membangun takdir kita masing-masing..??&lt;br /&gt;Bisa jadi kehidupan kita memang di atur oleh Kuasa Sang Roh Absolute...yah..hidup dan kehidupan memang punya cara dan jalan masing-masing...kadang "dia" begitu misterius, kadang sangat kasat mata...apapun itu...tergantung pada kita tohk..???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-6702219213922393543?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/6702219213922393543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=6702219213922393543' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/6702219213922393543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/6702219213922393543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2009/02/perjalanan-sang-waktu.html' title='Perjalanan sang waktu'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-9153878431574630983</id><published>2009-01-25T21:33:00.000+07:00</published><updated>2009-01-25T21:36:20.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan hati'/><title type='text'>Kungkungan Takdir</title><content type='html'>Kemana perginya keberanian diri...???&lt;br /&gt;dimana bersembunyinya keyakinan..???&lt;br /&gt;siapakah yang menyembunyikan kepastian..???&lt;br /&gt;apa yang terjadi dengan kebenaran..???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua menghilang saat ini;&lt;br /&gt;penguasa hari telah kukuhkan cengkeramannya atas hakikat...&lt;br /&gt;dan jatuh satu-satu makna kedalam kehampaan.&lt;br /&gt;Melolong kesejatian..perih menyayat ditimpa ketakadilan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tanya menyeruak dari gumpalan serat-serat pikir....&lt;br /&gt;mencoba melihat dari balik mata sang bijak...&lt;br /&gt;tak nampak warna disana..hanya ada keseragaman...&lt;br /&gt;muak diri dengan keniscayaan yang dipalsukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia yang menjadi korban keadaan; &lt;br /&gt;tak pernah mendapat kesempatan untuk menjadi bebas...&lt;br /&gt;atas dogma yang digariskan para puak dan tetua kaum...&lt;br /&gt;Bayang masa depan berselimut sekelumit kabut tipis yang tak berani disibak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis dalam kesia-siaan....&lt;br /&gt;kehilangan segala--lebih diterima dari pada melawan takdir.&lt;br /&gt;Kebohongan yang sia-sia...kehampaan yang diabadikan...&lt;br /&gt;ketololan sebuah tradisi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boutenzorg, 22 January 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-9153878431574630983?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/9153878431574630983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=9153878431574630983' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/9153878431574630983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/9153878431574630983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2009/01/kungkungan-takdir.html' title='Kungkungan Takdir'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-1973963617912316158</id><published>2009-01-25T21:26:00.002+07:00</published><updated>2009-01-25T21:31:53.563+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan hati'/><title type='text'>Sabda penguasa malam</title><content type='html'>(Be broken again....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku luruh dalam kenang akan malam-malam berpuncak;&lt;br /&gt;di tengah gerimis aku meradang menahan harap yang membuncah...&lt;br /&gt;Keyakinan akan masa depan terhantam lemah pikir sang rembulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lunglai ku pandangi bunga violet yang merunduk........&lt;br /&gt;Tanda yang tertanam dipundak seakan ingin kurenggut...&lt;br /&gt;Aku marah di tengah badai....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara yang kering tak berarti...lawan gemuruh prahara langit.&lt;br /&gt;Berlari di antara lorong-lorong kota yang kotor;&lt;br /&gt;merintih ketika kaki lemah dipaksa bertekuk...&lt;br /&gt;Tertetak langkah yang dulu pasti di tengah-tengah derap...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan...angin malam...rembulan yang bersembunyi dan sang violet yang merunduk....&lt;br /&gt;Mainkan pikirku....Benamkan cita....&lt;br /&gt;Aku terkhianati hati sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boutenzorg, 22 January 2009&lt;br /&gt;= = = = = = = = =&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-1973963617912316158?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/1973963617912316158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=1973963617912316158' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/1973963617912316158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/1973963617912316158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2009/01/sabda-penguasa-malam.html' title='Sabda penguasa malam'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-2874788588537620139</id><published>2009-01-25T20:55:00.002+07:00</published><updated>2009-01-25T21:16:49.976+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Awal baru...mulai dengan senyum..... (walau agak telat...)</title><content type='html'>Hari ini entah mengapa..aku semangat lagi utk menulis di blog ku yang cukup lama tak kusentuh, berbagai aktivitas memang membuat aku agak terlupa dengan ruang maya tempat dimana aku bisa menumpahkan berbagai cerita ini...&lt;br /&gt;Setelah jalan-jalan keberbagai tempat dan mengerjakan berbagai aktivitas dan kejenuhan akan hari-hari yang kadang berasa sepi..nampaknya ruang maya di sudut dunia ini menarik hatiku...&lt;br /&gt;Memang belum semua tugas yang aku emban (caelah...) selesai aku kerjakan, tapi paling tidak sudah lebih dari 85% terselesaikan...tinggal sedikit lagi..dan seperti biasa itu kadang yang paling penting dan sulit...hehehehe....&lt;br /&gt;Hari ini juga aku mulai menata kembali serpihan-serpihan yang terberai dalam alam pikirku.. aku coba rangkum itu dan menyalurkannya melalui ketukan di tust keyboard laptop usang yang setia menemani malam dan siang yang panjang di setiap langkah dan hari-hari yang aku lalui...&lt;br /&gt;Teringat aku akan dingin malam di tengah hujan deras..saat dengan sedikit merintih aku menatap langit yang hitam dan menanti sabda langit...apa yang harus kuperbuat ketika dalam ketertekanan aku belum mampu menemukanjawab atas dilema dalam hati ini....&lt;br /&gt;Melankolis sekali kesannya..padahal bertumpuk amarah membuncah dan siap keluar meledak-ledak setiap saat aku teringat ketidak adilan yang terjadi hampir disetiap tarikan napasku...&lt;br /&gt;(sebentar..aku isap rokokku dulu...waduh...susah menghilangkan kebiasaan “buruk” ini, padahal beberapa waktu sebelumnya sempat aku hentikan hampir selama 2 minggu..)&lt;br /&gt;Sambil menerawang mengikuti asap yang melayang...aku coba ingat-ingat kembali sebagian cerita yang terselip diantara perjalanku ke berbagai tempat...teringat aku ketika berkunkung ke Merauke di akhir bulan November 2008 yang lalu..kota yang denyut kehidupannya berbeda dengan banyak kota yang pernah aku kunjungi..ke-anehan pertama bagiku adalah ketika melihat segerombolan orang berpakaian militer..ada berbagai kesatuan ternyata di situ..dengan berbagai atribut mereka masing-masing, seakan-akan mengumumkan kehadiran mereka kepada khalayak ramai dan para pelancong yang mendatangi kota tersebut....&lt;br /&gt;Siang hari adalah saat yang cukup menyiksa..karena udara yang panas dan kering...aku mencoba mencari kesibukan dengan berjalan keluar dari kawasan komplek tempat aku menginap...aneh...ternyata kota itu seakan-akan mati..tidak ada banyak aktivitas disiang itu..aku lihat jam menunjukan pukul 13.23  WIT (siang)..toko-toko yang pada malam hari sebelumnya ramai terang bendxerang dan sebagian ada yang memajang pohon natal yang dihiasi lampu warna-warni ternyata tutup..tidak ada aktivitas perdagangan di ruko-ruko sepanjang jalan di depan kompleks Keuskupan Agung Merauke (KAM) saat itu..aku bertanya-tanya dalam hati..ada apakah gerangan..??  Mungkin ada sesuatu yang terjadi..?? teringat aku akan anggota militer yang banyak “berkeliaran” di jalan2 merauke saat pagi hari sebelumnya aku menginjakan kaki di kota yang menurutku seperti kawasan zone perang (waktu sampe pertama kali di kota merauke aku pikir seperti itu emang...hehehehe..).  Apakah telah terjadi sesuatu..utk bertanya aku masih ragu-ragu...&lt;br /&gt;Namun..malamnya ketika jam menunjukkan pukul 19.00 WIT aku keluar kawasan kompleks KAM dimana aku menginap...kembali aku liat begitu ramainya toko dan ruko yang ada sepanjang jalan itu..banyak muda mudi lewat baik jalan kaki, naik angkot maupun mengendarai motor..wah..kok bisa sih..?? tadi siang sunyinya bukan main....malam itu begitu semarak, keramaian tjd sampe jam 23.00 mlm...&lt;br /&gt;Besok siangnya di waktu yg hampir sama dengan siang sebelumnya..aku kembali mencoba melihat-lihat keramaian kota di siang hari....alamak...sama seperti siang sebelumnya..kembali jalanan sunyi dan toko2 tutup...ada apa kah ini...?? kembali aku bertanya...kalo disebut ada pemberlakuan jam khusus..utk penduduk beraktivitas...bukankah itu seharusnya di malam hari sehingga disebut pemberlakuan jam malam...tapi ini siang hari....???!!! &lt;br /&gt;Aku semakin penasaran...dan aku akhirnya bertanya kepada seorang kawan...(sebut saja Octo namanya)..kenapa siang itu bgt sunyi sedangkan malam td ramai sekali...???  Ternyata menurut Octo.. memang spt inilah denyut kota merauke..di siang hari sejak jam 12.00an...sampai dengan jam 5 sore..aktivitas akan berkurang dan toko2 byk yg tutup..begitu juga pasar...kembali hidup lagi setelah jam 17.00 ato 5 sore.. Hal spt itu sudah terjadi sejak lama...amboi...pantesan..sunyi banget..rupanya orang2 di kota ini menghindari terik matahari dan panasnya udara siang dengan “bersembunyi” di rumah masing-masig..wah..wah...pantesan sunyi kali kalo siang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-2874788588537620139?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/2874788588537620139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=2874788588537620139' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/2874788588537620139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/2874788588537620139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2009/01/awal-barumulai-dengan-senyum-walau-agak.html' title='Awal baru...mulai dengan senyum..... (walau agak telat...)'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-5367562599629329186</id><published>2008-09-29T21:51:00.004+07:00</published><updated>2008-09-29T22:08:33.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekedar Berbagi'/><title type='text'>Memahami Anarkisme*</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Oleh : dEr@&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Di dalam sejarah perkembangannya, manusia hanya menjadi alat bagi kelas yang dominan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada masa perbudakan, negara mengabdi pada tuan-tuan pemilik budak; Pada masa feodal, negara mengabdi pada tuan-tuan tanah; pada masa kapitalis, negara mengabdi untuk kepentingan para kapitalis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan pada masa kediktatoran proletariat, negara dijadikan alat untuk kepentingan sekelompok revolusioner progressif &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang memenangkan revolusi sebagai alat penindasan baru. Negara hanya mengabdi pada kepentingan kaum minoritas dan bukan mayoritas.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sudah merupakan sifat yang alami mungkin ya…yang namanya pemerintah(an) (serta hirarki secara keseluruhan) meliputi penindasan dan eksploitasi bagi orang-orang didalam wilayah kekuasaannya (atau paling tidak terkena efeknya). Tidak seperti kontra kultur borjuis lainnya Anarkis menolak Komunisme beserta semua tradisi sayap kiri - pemerintah - demokrasi terlebih lagi kapitalisme. Reformasi yang dilakukan partai besar dianggap kaum Anarki tidaklah cukup karena amat sangat bersifat statis (misalnya dengan tetap mempertahankan perlunya pemerintahan formal). Reformasi hanya MENYENANGKAN bukan MEMBEBASKAN orang-orang yang telibat didalamnya. Meskipun demikian seperti halnya Komunisme, Anarkis terlibat dalam berbagai gerakan-gerakan yang mendukung hak perempuan, kelas pekerja serta sama-sama membenci masyarakat kapitalis. Banyak Anarkis terlibat dalam demonstrasi-demonstrasi yang diorganisasi oleh Liga Spartakis atau grup-grup Marxis, Leninis, Trotskys lainnya. Hal ini dikarenakan mereka memiliki goal-goal yang mirip dalam beberapa isu yang spesifik.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, Anarkisme dan siapa saja yang membaca sejarah sadar akan realitas Komunisme yang telah melenceng jauh dari goal “ideal” akan sebuah “negara”, apalagi bila dilihat dari kaca mata Anarkis yang menolak negara. &lt;i&gt;“Grup-grup komunis yang telah kehilangan kekuatan membicarakan tentang kebersamaan dalam satu garis dan menampilkan Komunisme sebagai kekuatan mulia, berperang demi persamaan dan keadilan menghadapi dominasi Kapitalis. Tetapi faktanya para partai-partai sayap kiri secara alamiah bersifat autoritarian&lt;/i&gt;.” Setiap sistem yang didalamnya memiliki bagian dari filosofi dominasi satu manusia oleh manusia lainnya memiliki kemungkinan untuk menindas. &lt;i&gt;“Kelompok-kelompok komunis tidak akan pernah memperjuangkan pembebasan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; karena hal tersebut hanya akan membuat mereka terhambat dalam upaya untuk memegang kekuasaan. Ketika mereka memperoleh jalan kearah kekuasaan maka mereka akan mengadopsi sifat menindas seperti halnya penguasa-penguasa negara sebelum mereka”&lt;/i&gt; (PE #2 Februari 1990 Hal 22, Felix dan Rat, Revolt Against communism). Bukti- bukti akan sifat menindas komunisme tidak hanya mengacu pada keadaan rezim-rezim penindas komunis yang ada saat ini, karena hal tersebut sebenarnya telah terjadi sejak pemberotakan Krondstat tahun 1921, gerakan Anarkis Ukrania tahun 1918 - 21 dan Perang Sipil Spanyol tahun 1936 - 1939 ketika para Anarkis dihianati dan dihancurkan oleh kekuatan totalitarian Komunis.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Rezim-rezim Komunis secara substansial tidak berbeda dengan rezim-rezim yang mereka tumbangkan, paling tidak dalam satu subjek &lt;b&gt;MENJADI PENGATUR/PENGUASA&lt;/b&gt; sedangkan Anarkis percaya revolusi bukanlah suatu pergantian yang sederhana (meskipun mungkin sangat amat berdarah) dari satu pengatur ke pengatur lainnya_karena Anarkis berarti tanpa pengatur/penguasa. &lt;i&gt;“kita hidup dizaman dimana revolusi hanyalah berarti hasil rekayasa kelas profesional satu organisasi komunis yang merencanakan untuk menggulingkan sistem kapitalis dan mencoba menggantinya dengan sistem yang sama busuknya jika tidak lebih menindas dari yang ada sekarang”&lt;/i&gt; (PE #1 hal 29 ,Band Minnessota Destroy) Dalam pengertian ini revolusi hanya menjadi lingkaran setan : satu pemberontakan tanpa orientasi yang hanya akan menguatkan posisi kelas penguasa baru yang akan menggantikan posisi penguasa lama. Komunisme tidak memiliki ketertarikan akan pembebasan diri dari mental penguasaan yang tidak bisa lepas dalam segala segi kehidupan kita saat ini : untuk menghapus kekuatan itu sendiri, hal yang merupakan ideal para Anarkis dan karena hal ini pula maka Komunisme sama tidak di inginkan oleh para Anarkis sebagaimana Kapitalisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pertentangan konsepsi tentang negara sosialis sudah terjadi jauh sebelumnya, ketika Bakunin memimpin kelompok anarkisme dalam pertemuan Asosiasi Buruh Internasional (Internasionale I) di London pada tahun 1864. Kelompok ini sangat berseberangan dengan Marx, khususnya tentang konsep &lt;i&gt;negara sosialis&lt;/i&gt;. Bakunin sangat menentang konsep negara sosialis seperti yang dicetuskan Marx. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kaum Marxist berpendapat bahwa negara masih diperlukan selama revolusi proletar, yang menjadi cita-cita kaum buruh, belum terjadi. Negara masih diperlukan sebagai sarana untuk membentuk komunitas komunis dibawah kediktatoran kaum buruh. Menurut Bakunin, negara tidak diperlukan lagi, karena kekuasaan negara melanggar hak-hak asasi individu yang bebas. Negara harus digantikan oleh komunitas-komunitas yang bebas dan mandiri secara ekonomi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelompok ini kemudian dikeluarkan dari Internasionale I pada tahun 1872 saat Kongres Hague. &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Kelompok anarkis pimpinan Bakunin kemudian mengadakan Kongres sendiri di &lt;st1:place st="on"&gt;St.&lt;/st1:place&gt; Imier dan menghasilkan program-program revolusioner kelompok anarkis. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Meskipun Bakunin sangat menghormati Marx, dan menganggap Marx sebagai salah satu gurunya, banyak konsep-konsep Marx yang sangat ditentangnya. Bakunin tidak menyetujui konsep Marx tentang &lt;i&gt;"sosialisme otoriter"&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;"kediktatoran kaum proletar"&lt;/i&gt;. Bakunin menyamakan konsep itu dengan kediktatoran Rusia dibawah pemerintahan Tsar Nicholas I.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“&lt;i&gt;If you took the most ardent revolutionary, vested him in absolute power, within a year he would be worse than the Czar himself.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Dalam perkembangannya Anarkisme sendiri kemudian muncul dengan Varian-varian yang beragam, Varian-varian atau penggolongan ini terjadi karena adanya perbedaan pandangan, sikap politik, latar belakang, maupun taktik serta penerapan ideologi anarkisme itu sendiri oleh para anarkis.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Beberapa varian dari Anarkisme itu antara lain :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Anarko-Komunisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;2&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;.        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Anarko-Sindikalisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Anarka-Feminisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Anarkisme individualisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Anarkis Platformis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Infoanarkisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Anarki pasca-kiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Anarkisme Hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Anarko-primitifisme&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;h2 style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal;"&gt;Prinsip dasar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u&gt;Kelompok anarkisme-komunis&lt;/u&gt; menekankan pada egalitarianisme (&lt;i&gt;persamaan&lt;/i&gt;), penghapusan hirarki sosial (&lt;i&gt;social hierarchy&lt;/i&gt;), penghapusan perbedaan kelas, distribusi kesejahteraan yang merata, penghilangan kapitalisme, serta produksi kolektif berdasarkan kesukarelaan. Negara dan hak milik pribadi adalah hal-hal yang tidak seharusnya eksis dalam anarkisme-komunis. Setiap orang dan kelompok berhak dan bebas untuk berkontribusi pada produksi dan juga untuk memenuhi kebutuhannya berdasarkan pilihannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salah satu hal yang membedakan antara anarkisme-kolektif dengan anarkisme-komunis adalah pandangan mengenai gaji dan upah pekerja. Anarkisme-komunis berpendapat bahwa tidak ada satu carapun yang dapat mengukur kontribusi seseorang terhadap proses produksi dan ekonomi karena kesejahteraan adalah hasil dari produksi bersama. Sistem ekonomi yang berdasarkan gaji/upah pekerja dan hak milik adalah bentuk penyiksaan negara dan aparaturnya dengan tujuan untuk mempertahankan hak milik pribadi dan juga ketidakseimbangan hubungan ekonomi diantara para pelaku produksi. Selain itu, anarkisme-komunis menolak sistem gaji/upah pekerja dengan dasar filosofi bahwa pada hakikatnya manusia itu &lt;i&gt;"malas"&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;"egois"&lt;/i&gt;. Anarkisme-komunis juga mendukung komunisme (dalam sistem pemikiran Marxisme) dengan penekanan pada penjaminan kebebasan dan juga kesejahteraan bagi setiap orang, dan tidak mendukung komunisme dalam hal yang berhubungan dengan kekuasaan. Hal inilah yang membuat anarkisme-komunis sering disamakan dengan filsafat egalitarian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Secara khusus, memang seharusnya tak ada–isme &lt;u&gt;anarko-primitivisme&lt;/u&gt; ataupun anarko-primitivis. Individu-individu yang diasosiasikan dengan arus ini tidak pernah berharap untuk dikotakkan dalam batas-batas sebuah ideologi, melainkan memilih menjadi individu-individu bebas dalam komuniti bebas yang berjalan dalam harmoni satu sama lain termasuk juga dengan biosfer sehingga akan menolak untuk dibatasi dengan sekedar terminologi &lt;i&gt;‘anarko-primitivis’&lt;/i&gt; atau label-label ideologis lainnya. Sehingga, definisi terbaik untuk anarko-primitivisme adalah sebuah label yang tepat yang digunakan untuk mengkarakteristikkan individu-individu yang beragam dalam kesamaan sebuah proyek: &lt;i&gt;penghapusan seluruh relasi kekuasaan—seperti struktur kontrol, paksaan, dominasi dan eksploitasi—demi membangun sebuah bentuk komunitas yang telah membuang seluruh struktur relasi tersebut&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagi para anarko-primitivis, peradaban adalah sebuah konteks pelipatgandaan relasi kekuasaan. Beberapa relasi kekuasaan yang paling mendasar memang terdapat juga di tengah masyarakat primitif—dan atas alasan ini jugalah mengapa anarko-primitivis tidak berupaya untuk mereplika atau kembali pada bentuk masyarakat tersebut—tetapi dalam peradabanlah berbagai relasi kekuasaan menjadi sangat berkembang dan begitu meresap dalam seluruh aspek praktis kehidupan manusia dan dalam relasi antara manusia dengan biosfernya. Peradaban—sering disebut juga sebagai &lt;i&gt;mega-mesin&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Leviathan&lt;/i&gt;—menjadi sebuah mesin raksasa yang meraih momentumnya sendiri dan semakin berada di luar kontrol mereka yang menciptakannya. Digerakkan melalui rutinitas kehidupan harian yang didefinisikan dan dimanajemeni melalui internalisasi ketertundukan, manusia menjadi budak bagi mesin ini, sistem yang menopang peradaban itu sendiri. Hanya penolakan terhadap sistem yang telah menyebar luas, menentang berbagai bentuk kontrol, pemberontakan melawan kekuasaan itu sendirilah, yang dapat menghancurkan peradaban serta menghadirkan sebuah alternatif radikal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berbagai ideologi seperti Marxisme, anarkisme klasik dan feminisme menentang beberapa aspek tertentu dari peradaban tetapi hanya anarko-primitivisme yang menentang peradaban itu sendiri, konteks yang mana di dalamnya seluruh bentuk perjuangan ideologis tersebut terengkuh di dalamnya. Anarko-primitifisme melibatkan elemen-elemen dari berbagai arus oposisi—kesadaran ekologi, anti-otoritarianisme anarkis, kritik dari feminis, ide-ide Situationist International, teori-teori kerja, kritik teknologi—tetapi melangkah melampaui bentuk oposisi tunggal terhadap kekuasaan, dengan menolak seluruh bentuk struktur relasi kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beberapa arus yang secara karakteristik berdekatan dengan anarko-primitivisme: Futurist, Dada, Surrealisme, Situationist International, CrimethInc. (ex-)Worker Collective, Fifth Estate, Unabomber, AJODA, Green Anarchy, serta anarkisme-anarkisme insureksioner.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u&gt;Anarko-Sindikalis&lt;/u&gt; memandang serikat buruh berpotensi sebagai kekuatan revolusioner untuk perubahan sosial, mengganti sistem Kapitalisme dan negara dengan sebuah masyarakat baru yang dikelola secara demokratis oleh kaum pekerja. Anarko-Sindikalis berupaya menghapuskan sistem kerja-upah dan negara atau kepemilikan pribadi terhadap alat produksi, yang menurut mereka menuntun pada pembagian kelas. Anarko-Sindikalis merupakan aliran gerakan anarkis yang populer dan aktif hingga hari ini. Gerakan Anarko-Sindikalis memiliki pendukung yang cukup banyak di dunia dengan berbagai organisasinya di berbagai belahan dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Prinsip-prinsip dasar Anarko-Sindikalis:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Solidaritas kaum pekerja&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Aksi langsung&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Swa-kelola kaum pekerja&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Meski memiliki banyak Varian, garis merah anarkisme konsisten dan prinsip terfundamentalnya transparan. Maka ia mudah ditelusuri, sebab hakikat anarki itu cuma menyangkut empat garis merah berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Anarki adalah perindu kebebasan martabat individu. Ia menolak segala bentuk penindasan. Jika penindas itu kebetulan pemerintah, ia memilih masyarakat tanpa pemerintah. Jadi, anarki sejatinya bumi utopis yang dihuni individu-individu yang ogah memiliki pemerintahan dan menikmati kebebasan mutlak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Konsekuensi butir pertama adalah, anarki lalu antihirarki. Sebab hirarki selalu berupa struktur organisasi dengan otoritas yang mendasari cara penguasaan yang menindas. Bukannya hirarki yang jadi target perlawanan, melainkan penindasan yang menjadi karakter dalam otoritas hirarki tersebut.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Anarkisme adalah paham hidup yang mencita-citakan sebuah kaum tanpa hirarki secara sospolekbud yang bisa hidup berdampingan secara damai dengan semua kaum lain dalam suatu sistem sosial. Ia memberi nilai tambah, sebab memaksimalkan kebebasan individual dan kesetaraan antar individu berdasarkan kerjasama sukarela antarindividu atau grup dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tiga butir di atas adalah konsekuensi logis mereaksi fakta sejarah yang telah membuktikan, kemerdekaan tanpa persamaan cuma berarti kemerdekaan para penguasa, dan persamaan tanpa kemerdekaan cuma berarti perbudakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Anarko dan sistem politik borjuasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam memandang dominasi sistem politik borjuasi saat ini, kaum Anarkis berprinsip untuk melawannya dengan berbagai cara yang memungkinkan sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sangat berbeda dengan berbagai gerakkan yang dijalankan oleh mereka yang mengaku sebagai “orang-orang kiri” yang memiliki kecenderungan untuk “berdamai” dengan sistem politik demokrasi borjuasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dekadensi pemikiran dan ketidak sabaran dalam mengorganisir &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:City&gt; serta berjuang untuk kepentingan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, ini yang kerap kali terjadi kalangan kiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebab sebagaimana di sebutkan di atas, memperjuangkan kepentingan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; akan di anggap sebagai penghambat bagi jalan menuju kekuasaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena tentunya memperjuangkan kepentingan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:City&gt; akan lebih banyak berkutat pada problem subyektif &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; itu ketimbang merentas jalan menuju kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karakterisasi dan kegagalan dari resistensi sayap kiri memiliki kecenderungan yang sama dengan sayap kanan dimana ditolak oleh para anarkis karena selalu menggunakan teknik dominasi_dimana pemimpinnya memberikan perintah pada para pengikutnya yang dengan membabi buta mengikuti perintah-perintah tersebut. “Para formal kiri mendominasi dengan satu isu tunggal seakan-akan meniti karir profesional mengusahakan perubahan melalui jalur birokrasi serta mencari status-status dalam perjuangan, semua ini seakan ingin menunjukkan kalau mereka adalah para revolusioner “profesional”._Mirip dengan para komunis sayap kiri juga mencari pembenaran lewat “usulan-usulan” untuk mendukung pemilihan suara bagi para politisi “progresif” yang cepat atau lambat akan menjual suara-suara yang mereka dapat demi kekuasaan dan uang atau kemudian malah menandatangani undang-undang yang akan menindas para pemberi suaranya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semua orang yang menyempatkan diri untuk bekerja pada grup-grup non profit yang memiliki “tujuan” pasti pernah memiliki pengalaman akan hal-hal seperti yang dituliskan diatas. Tentu tidak menutup kemungkinan terdapat hal-hal baik yang berhasil dilakukan “demokrat-demokrat kiri” akan tetapi para Anarkis melihat yang mereka lakukan hanyalah dibagian kulit luarnya saja dan bukan perubahan yang sebenarnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kritik paling mendasar bagi “politik sayap kiri” yang masuk dalam Sistem Politik Borjuasi adalah bagaimana bagusnyapun proposal akan perkembangan mereka cenderung menginginkan perubahan dengan menjadi bagian dari sistem yang korup dan destruktif..sedangkan para Anarkis hanya tertarik pada PERUBAHAN TOTAL.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;*)Dikutip dari berbagai sumber&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Right to Copy..dipersilahkan utk memperbanyak atau mengedarkannya secara luas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-5367562599629329186?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/5367562599629329186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=5367562599629329186' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/5367562599629329186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/5367562599629329186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/09/memahami-anarkisme.html' title='Memahami Anarkisme*'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-4415400782348007290</id><published>2008-09-24T00:15:00.005+07:00</published><updated>2008-09-24T04:46:49.244+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekedar Berbagi'/><title type='text'>Anarchy – Ideologi yang tersingkirkan (IV)</title><content type='html'>&lt;h2 style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:13;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:13;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Setelah pada bagian terdahulu (seri ke-3) kita melihat beberapa perbedaan sudut pandang;  yang memaparkan bagaimana Kaum Marxist memandang Periode Transisi, bagaimana Anarchist dan Marxist memandang Partai Politik dan pandangan keduanya tentang Kekerasan dan Revolusi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada bagian kali ini baiknya kita mencoba untuk melihat beberapa perbedaan lainnya, yaitu tentang Argumen-argumen yang di gunakan kedua ideologi tersebut seputar Isu Kelas dan Argumen-argumen seputar Metode Materialisme Historis serta mengulas sedikit tentang Determinisme.   Ini penting untuk melihat cara pikir dan landasan gerak kaum anarkis yang dalam beberapa hal lebih maju dari para penganut marxisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span class="mw-headline"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span class="mw-headline"  style="font-size:100%;"&gt;Argumen-Argumen Seputar Isu Kelas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Analisa-analisa kelas baik dari kaum Marxis ataupun Anarkis berdasarkan pada ide bahwa masyarakat terbagi ke dalam berbagai macam &lt;i&gt;"kelas-kelas"&lt;/i&gt; yang berbeda, masing-masing memiliki kepentingan yang juga berbeda tergantung pada kondisi materialnya. Kelas-kelas tersebut juga berbeda, bagaimanapun juga, dalam soal di mana mereka menarik garis pemisah di antara mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagi kaum Marxis, dua kelas yang paling relevan adalah "borjuis" (pemilik alat produksi dan tidak bekerja) dan proletariat (mereka yang tak memiliki alat produksi dan harus bekerja oleh karenanya). Marx percaya bahwa kondisi-kondisi pekerja industri yang unik serta menyejarah akan mendorong mereka untuk mengorganisir diri mereka bersama-sama untuk kemudian mengambil alih peran negara dan alat-alat produksinya dari kelas borjuis, mengkolektivisasinya, serta menciptakan sebuah masyarakat tanpa kelas yang diselenggarakan oleh para proletariat sendiri. Mayoritas para Marxis, merujuk pada analisa-analisa Karl Marx sendiri, dan dalam beberapa kesempatan mengesampingkan para petani, pemilik alat produksi kecil "borjuis kecil" dan lumpen proletariat—level terendah dari proletariat, yang biasanya menganggur, miskin, tidak memiliki kemampuan kerja, kriminal dan karakteristik mereka yang paling sering ditemui adalah ketiadaan kesadaran kelas—sebagai kelompok-kelompok yang tak akan mampu menciptakan revolusi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Analisa kelas kaum anarkis telah mendahului Marxisme dan berkontradiksi dengannya. Kaum anarkis berargumen bahwa bukanlah kelas penguasa secara keseluruhan yang sesungguhnya mengatur jalannya negara, melainkan sekelompok minoritas yang menjadi bagian di dalam kelas penguasa (yang dengan demikian juga mempertahankan kepentingannya), memiliki fokus-fokus mereka sendiri, di antaranya yaitu mempertahankan kekuasaan. Sekelompok minoritas revolusioner yang mengambil alih kekuasaan negara dan memaksakan keinginannya pada rakyat berarti juga tidak berbeda dengan otoritarianisme sekelompok kecil penguasa dalam sistem kapitalisme, yang tentu juga akan segera bertransformasi menjadi sebuah kelas penguasa baru (misal kediktatoran proletariat). Hal ini telah diprediksikan oleh Bakunin jauh sebelum revolusi Oktober di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Russia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; terjadi.  Selain itu, para anarkis juga melihat bahwa sebuah revolusi yang sukses tak akan pernah dapat lepas dari dukungan para petani, dan hal ini hanya dapat dilakukan dengan melakukan redistribusi lahan di antara para petani tak bertanah. Dengan demikian jelas bahwa kaum anarkis menolak kepemilikan tanah oleh negara, serta mereka menganggap bahwa kolektivisasi sukarela jauh lebih efisien dan layak didukung (berdasarkan pada kasus perang sipil Spanyol 1936 di mana para anarkis mempopulerkan kolektivisasi lahan, sementara mereka yang sebelumnya telah memiliki lahan sendiri diperbolehkan untuk tetap memilikinya tetapi dilarang menyewa tenaga kerja untuk mengolah lahan tersebut).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beberapa anarkis modern (khususnya para pendukung parekon—ekonomi partisipatif) berargumen bahwa kini terdapat tiga kelas yang relevan bagi sebuah perubahan sosial, bukan hanya dua. Secara kasar, mereka adalah kelas pekerja (termasuk di dalamnya setiap orang yang menggunakan tenaga kerjanya dalam memproduksi atau mendistribusikan produk termasuk mereka dalam industri jasa), kelas koordinator (mereka yang pekerjaannya adalah mengkoordinasikan dan memanajemeni para pekerja) dan kaum elit atau kelas pemilik (yang mana pendapatannya diambil atas kemakmuran dan sumber daya). Para anarkis menyatakan dengan tegas bahwa Marxisme telah gagal dan akan selalu gagal, karena ia menciptakan sebuah kediktatoran melalui kelas-kelas koordinator dan karenanya juga "kediktatoran proletariat" secara logis menjadi tak mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perbedaan-perbedaan inti tersebut kemudian memunculkan fakta bahwa para anarkis tidak membeda-bedakan petani, lumpen dan proletariat, melainkan mereka mendefinisikan bahwa mereka yang harus bekerja untuk bertahan hidup adalah kelas pekerja (walaupun terdapat berbagai perbedaan politik dari berbagai sektor sosial yang berbeda dalam kelas pekerja).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selanjutnya, analisa kelas Marxian memiliki konsekuensi tentang bagaimana kaum Marxis memandang gerakan-gerakan pembebasan seperti gerakan perempuan, gerakan masyarakat adat, gerakan minoritas etnis dan gerakan homoseksual. Kaum Marxis mendukung beberapa gerakan pembebasan, tidak hanya karena gerakan tersebut memang harus didukung atas tuntutan dan programnya, melainkan karena gerakan-gerakan tersebut dibutuhkan bagi sebuah revolusi kelas pekerja yang tak akan dapat berhasil tanpa persatuan. Bagaimanapun juga, kaum Marxis percaya bahwa seluruh upaya rakyat yang tertindas dalam membebaskan dirinya sendiri akan gagal kecuali mereka mengorganisir diri dalam garis kelasnya, karena para borjuis yang terdapat dalam setiap gerakan tersebut dalam titik tertentu akan mengkhianati perjuangan, dan di bawah kapitalisme, kekuasaan sosial terpusat pada siapa yang menguasai alat produksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; Anarkis mengkritisi kaum Marxis karena terlalu memberi prioritas pada perjuangan kelas. Mereka menjelaskan bahwa perubahan arah sejarah, perjuangan antara mereka yang tertindas dan menindas, beroperasi dengan dinamikanya sendiri. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; anarkis melihat gerakan pembebasan rakyat tertindas secara fundamental dapat dilegitimasi, tak peduli apakah itu gerakan proletariat, gerakan petani, atau apapun, tanpa merasa perlu untuk mengkotak-kotakkan mereka dalam sebuah skema gerakan khusus bagi revolusi. Walaupun demikian, banyak juga anarkis yang percaya bahwa perjuangan isu tunggal hanya akan membatasi ruang pandang dan gerak, dan karenanya harus selalu melihat sebuah perjuangan dalam kerangka perjuangan yang lebih besar (sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Marxis).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a name="Argumen-Argumen_Seputar_Metoda_Materiali"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"  style="font-size:100%;"&gt;Argumen-Argumen Seputar Metoda Materialisme Historis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Marxisme menggunakan sebuah bentuk analisa perkembangan masyarakat manusia yang disebut "materialisme historis". Analisa ini menempatkan ide bahwa manusia hidup dalam sebuah dunia material yang terdeterminasi, dan aksi untuk mengubah dunia terdapat dalam batas-batas apa yang memang dapat dicapai sesuai dengan alur kesejarahan. Secara lebih spesifik, relasi produksi yang menjadi basis fundamental sistem ekonomi adalah alat penentu gerak sejarah. Yang menggaris bawahi proses tersebut adalah adanya ide tentang kontradiksi dan pertentangan antar kelas yang secara alamiah membentuk serta menggerakkan kemajuan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Marx mengambil formulasi materialisme historis ini dari sistem filsafat dialektika Hegel. Metoda ini bekerja melalui asumsi bahwa setiap fenomena alam hanya dapat didefinisikan dengan cara mengkontraskannya dengan fenomena lain. Marx dan Engels berargumen bahwa metoda tersebut dapat diaplikasikan pada masyarakat manusia dalam bentuk materialisme historis, sehingga kelas-kelas masyarakat yang ada dapat dipelajari dengan menggunakan kontradiksinya, misalnya, karakteristik majikan hanya dapat dipahami apabila dikontraskan dengan karakteristik pekerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sementara mayoritas para anarkis, menggunakan berbagai macam alat analisa sosial, walaupun sebagian anarkis lain melihat materialisme historis ini sangat efektif untuk digunakan sebagai pisau analisa mereka dan melihatnya sebagai sebuah titik pemersatu dalam sebuah perjuangan kelas. Mayoritas anarkis, bahkan juga menganggap bahwa materialisme historis adalah sebuah "ilmu palsu" yang tak dapat dibuktikan secara universal. Mereka juga menganggap bahwa metoda ini hanya akan mendehumanisasikan analisa-analisa sosial politik dan jelas karenanya menjadi tidak layak digunakan sebagai sebuah metodologi universal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a name="Determinisme"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"  style="font-size:100%;"&gt;Determinisme&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebuah interpretasi yang simpel dari materialisme historis menyatakan bahwa apabila memang Marxisme benar tentang kelas-kelas yang saling berkontradiksi di bawah beroperasinya sistem kapitalisme, maka sebuah revolusi kelas pekerja tak akan terelakkan lagi. Beberapa Marxis, khususnya mereka para pemimpin Internasional Kedua, meyakini hal ini. Bagaimanapun juga, tingkat di mana revolusi harus dilakukan oleh mereka yang telah sadar akan posisi kelasnya, menjadi sebuah perdebatan tersendiri di kalangan kaum Marxis, yang mana sebagian berpendapat bahwa pernyataan Karl Marx yang terkenal, &lt;i&gt;"Aku bukan seorang Marxis"&lt;/i&gt;, adalah sebuah penolakan konsep determinisme. Perdebatan ini diperdalam dengan terjadinya Perang Dunia I, saat partai-partai sosial demokrat dari Internasional Kedua mendukung upaya-upaya negara untuk terlibat di dalam perang. Sementara di sisi lain, para Marxis yang menjadi oposisi perang, seperti Rosa Luxemburg, menyalahkan Internasional Kedua sebagai sebuah "pengkhianatan" atas doktrin sosialisme yang pada gilirannya dianggap hanya berupaya untuk mereformasi negara kapitalis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mayoritas anarkis menolak metoda dialektika historis materialis, para anarkis tersebut juga tidak memiliki klaim tentang bagaimana sebuah revolusi akan terjadi.  Kaum Anarkis melihat bahwa revolusi dapat terjadi hanya apabila memang masyarakat menghendakinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-4415400782348007290?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/4415400782348007290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=4415400782348007290' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/4415400782348007290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/4415400782348007290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/09/anarchy-ideologi-yang-tersingkirkan-iv.html' title='Anarchy – Ideologi yang tersingkirkan (IV)'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-1271328211121975071</id><published>2008-09-19T00:58:00.003+07:00</published><updated>2008-09-24T04:43:00.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekedar Berbagi'/><title type='text'>Anarchy – Ideologi yang tersingkirkan (III)</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Pada kali ini aku coba mensarikan beberapa literatur tentang perbedaan pandangan antara Anarchist dan Marxist, karena kadang emang susah dibedakan secara awam perbedaan ideologi kedua paham ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam kesempatan kali ini ada beberapa hal yang akan menjadi bahan perbandingan antara kedua ideologi tersebut, yaitu : Bagaimana Kaum Marxist memandang Periode Transisi, Bagaimana Anarchist dan Marxist memandang Partai Politik dan pandangan keduanya tentang Kekerasan dan Revolusi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Perbedaan Anarchist dengan Marxist&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Beberapa faktor perbedaan antar Anarchist dengan Marxist dapat dilihat dari hal-hal tersebut dibawah., dimana ini sudut pandang Anarchist disini diambil dari sudut pandang Bakunin sebagai salah satu tokoh besar Anarchy.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan berhadapan dengan sudut pandang Karl Marx sebagai “Bapak ideologi Marxist.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Berikut beberapa perbedaan pandangan-pandang kedua ideology tersebut :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Marxist percaya pada pembentukan “People State” atau “Negara Kelas Pekerja”, sedangkan Anarchist percaya pada penghapusan/penghilangan sebuah negara&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Anarchist berpandangan bahwa dalam masyarakat, pengambilan keputusan harus melibatkan semua orang yg hidup dlm lingkup masyarakat tersebut; Marxist “mengandalkan” sistem perwakilan yang disebut dengan “Kediktatoran Proletariat”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Marx seorang “economic determinist”; sementara Bakunin menekankan faktor hubungan psikologis dalam sebuah Revolusi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Marxisme adalah perjalanan “ego dari sebuah intelektual” yg mencoba untuk mencocokan segala geraknya dalam “theory of Byzantine complexity” – Dialektika materialisme – dan sebagian besar ditujukan untuk membuat segalanya mungkin untuk para pemimpin kaum marxist mengendalikan, memegang kontrol atas gerakkan yg dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penganut paham anarkhi percaya bahwa sebuah organisasi revolusioner harus terbuka, egaliter dan sepenuhnya demokratis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penganut paham marxist pada sisi lain mendukung sistem hirarkis, kepemimpinan berjenjang, yang secara nyata di jalankan oleh “vanguard Party” dan dekokrasi sentralistik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Awal dari perselisihan pendapat antara faksi yang dipimpin Marx dan faksi yang dipimpin oleh Bakunin pada International Pertama adalah pandangan tentang “Authoritarianisme”; Marx dan Bakunin di keluarkan dari International Pertama karena Bakunin beroposisi atas Rezim Marx yg diktatorial, Rezim International yg tersentalisi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Marxisme adalah “Authoritarian” sedangkan Anarkhisme adalah “Libertarian”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal tersebutlah yang menjadi faktor pembeda antara Anarkhisme dengan marxisme.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang patut dipahami adalah bahwa Anarkisme dan Marxisme adalah dua filsafat politik yang berbeda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Walau pada titik tertentu terdapat berbagai kemiripan antara metodologi dan ideologi yang dikembangkan, bahkan sejarah keduanya saling beririsan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Keduanya berbagi tujuan-tujuan jangka panjang yang serupa (komunisme tanpa negara), musuh politik yang sama (konservatif dan elemen-elemen sayap kanan), melawan target-target struktural yang sama (kapitalisme dan pemerintahan yang eksis saat ini). Banyak Marxis telah turut berpartisipasi dengan sepenuh hati dalam revolusi-revolusi anarkis, dan banyak anarkis yang juga berlaku demikian dalam revolusi-revolusi Marxis. Tetapi bagaimanapun juga, anarkisme dan Marxisme tetap menyimpan saling ketidaksetujuan yang kuat atas beberapa isu, termasuk di dalamnya peran alamiah negara, struktur kelas dalam masyarakat dan metoda materialisme historis. Dan selain bentuk kerjasama, terjadi juga konflik-konflik berdarah antara para anarkis dan Marxis, seperti yang terjadi dalam represi-represi yang dijalankan oleh para pendukung Uni Soviet melawan para anarkis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Teori tentang negara menentukan secara langsung pertanyaan praksis tentang bagaimana transisi menuju masyarakat tanpa negara yang diidam-idamkan baik oleh para anarkis maupun Marxis tersebut mengambil bentuknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Kaum Marxis percaya bahwa sebuah transisi yang berhasil menuju komunisme, yang jelas berarti masyarakat tanpa negara, akan membutuhkan sebuah represi atas para kapitalis yang apabila dibiarkan tentu akan membangun kembali kekuatannya, dan akan dibutuhkan juga eksistensi negara dalam sebuah bentuk yang dikontrol oleh para pekerjanya. Kaum anarkis menentang &lt;i&gt;"negara pekerja"&lt;/i&gt; yang diadvokasikan oleh para Marxis sebagai sesuatu yang tidak logis karena begitu sebuah kelompok mulai memerintah melalui aparatus negara, maka mereka akan berhenti menjadi pekerja (apabila sebelumnya mereka adalah pekerja) dan dengan demikian akan segera mereka bertransformasi menjadi penindas baru. Kaum anarkis mendukung argumen mereka dengan merujuk pada Uni Soviet yang berkarakter anti demokrasi serta berbagai negara "Marxis" lain, sementara para Marxis mendukung argumen mereka dengan merujuk pada kehancuran revolusi-revolusi yang dipimpin para anarkis sebagaimana dalam Revolusi Meksiko 1910 dan Perang Sipil Spanyol.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Kalau kita liat lebih jauh, maka akan didapat garis tegas perbedaan antara keduanya dimana, Kaum Anarkis berusaha untuk "menghancurkan" negara yang eksis saat ini, serta segera menggantikannya dengan konsil-konsil pekerja, sindikat-sindikat atau berbagai metoda organisasional yang desentralis dan non-hirarkis. Kaum Marxis secara kontras, justru berusaha "merebut kekuasaan", yang berarti secara gradual mengambil alih negara borjuis yang eksis saat ini, atau menghancurkan negara yang eksis saat ini melalui sebuah revolusi dan menggantinya dengan sebuah negara baru yang tersentralisir (Leninisme, Trotskyisme, Maoisme) atau melalui sebuah sistem konsil pekerja (Komunisme Konsilis, Marxisme Otonomis).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h3 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a name="Partai_Politik"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Partai Politik&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Isu perebutan negara mengarah pada isu tentang keberadaan partai politik, yang juga memisahkan jalan antara Kaum Anarkis dan Marxis. Kebanyakan kaum Marxis melihat partai politik sebagai sesuatu yang berguna atau bahkan dibutuhkan untuk merebut kekuasaan negara, semenjak mereka kebanyakan melihat bahwa sebuah upaya yang terkoordinasi dan tersentralisirlah yang akan mampu mengalahkan kelas kapitalis dan negara, serta memapankan sebuah badan koordinasi yang mampu mempertahankan revolusi. Partai politik juga menjadi sentral perjuangan semenjak mayoritas kaum Marxis percaya bahwa kesadaran kelas harus disuntikkan ke dalam kelas pekerja, yang seringkali harus dilakukan oleh mereka yang berada di luar kelas tersebut. Tapi bagaimanapun juga, kaum Marxis saling berbeda pendapat tentang apakah sebuah partai revolusioner harus turut serta dalam sebuah pemilu borjuis atau tidak, peran apa yang harus dijalankan pasca revolusi, dan bagaimana ia harus diorganisir. Di sisi lain, para anarkis umumnya menolak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan, menolak membentuk sebuah partai politik, semenjak mereka melihat struktur organisasinya yang hirarkis sebagai sebuah kedenderungan otoritarian dan menindas, walaupun toh kebanyakan kaum anarkis juga tak mampu menjawab tentang bagaimana sebuah kesadaran revolusioner dapat dibangkitkan tanpa keberadaan kekuatan kelompok-kelompok pelopor, yang bagi kaum Marxis terwujud melalui partai politik. Bagaimanapun juga perdebatan dan berbagai perbedaan saling berhadap-hadapan, banyak dari mereka, para Anarkis, mengorganisir secara politis berdasarkan pada sistem demokrasi langsung dan federalisme dalam upayanya untuk berpartisipasi secara lebih efektif di tengah perjuangan popular dan mendorong rakyat menuju revolusi sosial (dengan memberikan contoh).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h3 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a name="Kekerasan_dan_Revolusi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Kekerasan dan Revolusi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Pertanyaan praksis lainnya yang berhubungan dekat dengan teori negara adalah kapan dan sebesar apa kekerasan dapat diterima dalam upayanya untuk meraih kemenangan dalam sebuah revolusi. Para anarkis berargumen bahwa seluruh bentuk negara adalah sesuatu yang tak dapat dilegitimasi lagi karena semuanya bergantung pada kekerasan yang sistematis, dan sementara sebagian dari para anarkis dapat membenarkan saat kekerasan berskala kecil atau pembunuhan terarah atas elit-elit dilakukan berdasarkan atas kebutuhan dalam beberapa kasus (misalnya kampanye &lt;i&gt;"Propaganda by the Deeds"&lt;/i&gt;), kekerasan massal melawan rakyat biasa—sebagaimana yang dipraktekkan oleh Lenin dan Trotsky dalam menumpas pemberontakan Kronstadt dan Makhnovis, oleh Stalin dalam "Pembersihan Besar-Besaran" atau oleh Mao selama "Revolusi Kultural", tak akan pernah dapat diterima dan dibenarkan. Kebanyakan kaum Marxis berargumen bahwa kekerasan berskala besar dapat dibenarkan dan dengan demikian "perang keadilan" adalah sesuatu yang mungkin, setidaknya dalam lingkup terbatas dari pertahanan diri secara kolektif, misalnya dalam melawan sebuah kudeta atau invasi imperialis. Beberapa lainnya (khususnya para Stalinis) berargumen lebih jauh, bahwa tujuan dapat menghalalkan cara, sehingga dalam teorinya, sejumlah apapun kekerasan dan pertumpahan darah akan dapat dibenarkan dalam upayanya untuk menuju komunisme.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-1271328211121975071?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/1271328211121975071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=1271328211121975071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/1271328211121975071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/1271328211121975071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/09/anarchy-ideologi-yang-tersingkirkan-iii.html' title='Anarchy – Ideologi yang tersingkirkan (III)'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-6009807518710837784</id><published>2008-09-08T10:47:00.003+07:00</published><updated>2008-09-08T10:53:47.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekedar Berbagi'/><title type='text'>Anarchy - Ideologi yang tersingkirkan (II)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kadang dalam beberapa kesempatan ngobrol dengan temen-temen, terkesan mereka memiliki anggapan bahwa Anarkis adalah orang-orang sosialis uthopis…tentu saja ga bisa di sebut demikian, walau Anarchy tidak sepakat dengan kediktatoran proletariat dan sistem partai yang menjadi motor bagi pendidikan politik dan mesin politik sosialis ala Marx, dan lebih menyepakati pada kehidupan kolektif tanpa hiraki, namun tidak berarti Anarkis adalah orang-orang Uthopis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semisal Proudhon, tokoh Anarkis yang lebih mengutamakan ha-hal yang bersifat Praktis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut dia “Manusia itu dalam hakikatnya terlahir sebagai individu yang bebas dan mempunyai hak-hak asasi tertentu, dalam interaksinya dengan individu yang lain…individu-individu ini membentuk suatu masyarakat secara alami, yang juga mempunyai hak-hak asasi dalam dirinya.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nah..hak-hak inilah kata Proudhon yang telah di rampas, diobrak-abrik oleh sistem ekonomi Kapitalisme yang sebagaimana kita ketahui, dimiliki hanya oleh segelintir pemilik modal.&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Proudhon bukanlah seorang komunis. Dia mengecam hak milik sebagai hak untuk mengeksploitasi, tetapi mengakui hak milik umum alat-alat untuk berproduksi, yang akan dipakai oleh kelompok-kelompok industri yang terikat antara satu dengan yang lain dalam kontrak yang bebas; selama hak ini tidak dipakai untuk mengeksploitasi manusia lain dan selama seorang individu dapat menikmati seluruh hasil kerjanya. Jumlah waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah benda menjadi ukuran nilainya dalam pertukaran mutual. Dengan sistem tersebut, kemampuan kapital untuk menjalankan riba dimusnahkan. Jikalau kapital tersedia untuk setiap orang, kapital tersebut tidak lagi menjadi sebuah instrumen yang bisa dipakai untuk mengeksploitasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Proudhon mengajarkan &lt;i&gt;“anarkisme damai”,&lt;/i&gt; sikap anti terhadap angkatan bersenjata yang merupakan alat sekaligus penguat sistem negara, sebab menurut keyakinannya masyarakat yang secara moral layak bertahan hanya boleh tergantung kepada niat-baik yang sukarela dari anggota-anggotanya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Dalam bukunya System of Economical Contradictions: or, The Philosophy of Misery, Proudhon mengkritik habis komunisme ala Marx. Menurutnya, komunisme tidak lebih baik dari pada Kapitalisme. Komunisme mengancam martabat manusia dan mengabaikan hak-hak asasi individu dan masyarakat. Komunisme juga hanya menyebarkan kemelaratan dan kemiskinan dan membuat orang hidup seperti dalam pengasingan. Serangan Proudhon atas konsep-konsep sosialisme Marx kemudian dibalas oleh Marx dalam bukunya yang berjudul &lt;i&gt;La Misere de la Philosophie&lt;/i&gt; (The Misery of Philosophy).&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Dalam tulisan berserinya tentang hak milik yang diterbitkan dengan judul &lt;i&gt;Theory of Property&lt;/i&gt; (1840), Proudhon membuat suatu kalimat retoris yang terkenal : What is Property ? (Apa itu Hak Milik ?) Pertanyaan itu kemudian dijawabnya sendiri yaitu &lt;i&gt;"Property is Theft"&lt;/i&gt; (Hak Milik adalah Hasil Curian), &lt;i&gt;"Property is Despotism"&lt;/i&gt; (Hak Milik adalah Despotisme). Proudhon bukanlah penentang hak milik, tetapi ia hanya marah melihat banyaknya hak milik yang diperoleh bukan melalui cara yang benar dan juga dengan cara tidak bekerja. Proudhon juga menganjurkan agar "property" seharusnya dibagikan secara merata kepada individu-individu, keluarga, dan asosiasi pekerja.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Proudhon, walaupun kemudian dikenal sebagai tokoh utama dibalik gerakan anarkisme, ia tidak pernah menyetujui segala macam bentuk pemogokan dan pemberontakan. Dia khawatir bahwa segala macam bentuk kekerasan dapat menimbulkan kediktatoran dan semakin mempertajam pertentangan kelas. Dia juga menolak perjuangan kaum pekerja melalui parlemen. Proudhon lebih menyukai perjuangan kaum pekerja lewat dirinya sendiri, yaitu buruh harus membantu dirinya sendiri. Proudhon menganjurkan pembentukan koperasi-koperasi pekerja dan bank-bank rakyat yang lebih berorientasi pada pekerja. Koperasi dan bank rakyat dipercayainya akan mengubah sistem kapitalis dari dalam, dan dengan demikian akan tercipta masyarakat yang harmonis sehingga kekuasaan negara tidak diperlukan lagi dan diganti dengan federasi komunitas-komunitas.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan Proudhon, Bakunin melegalkan gerakan-gerakan dalam bentuk aksi langsung (&lt;i&gt;direct action&lt;/i&gt;) dari perjuangan kelas buruh. Dia menyebutkan bahwa kekerasan, selama ditujukan kepada negara, adalah suatu tindakan yang diperlukan. Sejak Bakunin, perjuangan kaum anarkis kemudian berubah menjadi perjuangan yang penuh dengan kekerasan dan pemberontakan. Cara Bakunin menjalankan pemikirannya dalam bentuk kekerasan kemudian diikuti oleh tokoh-tokoh anarkis yang lain seperti Alexander Berkman, Errico Malatesta dan Peter Kropotkin.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Filsafat politik Bakunin dapat diringkas dalam beberapa tema yaitu : (1) kebebasan (&lt;i&gt;liberty&lt;/i&gt;); (2) sosialisme; (3) anti-theisme; (4) federalisme; (5) materialisme&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Konsep &lt;i&gt;"liberty"&lt;/i&gt; Bakunin adalah &lt;i&gt;"kebebasan sosialisme"&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;socialism liberty&lt;/i&gt;) yaitu kesamaan untuk semua. Karena setiap orang mempunyai hak-hak asasi yang sama dan terlibat dalam proses produksi yang sama maka semua fasilitas seperti pendidikan, pelayanan, dan lain-lain harus dinikmati secara sama oleh setiap orang. Kebebasan juga berarti perlawanan atas segala bentuk otoritas individu dan kolektif yang dimiliki oleh segelintir orang. Dalam hal ini Bakunin termasuk golongan &lt;i&gt;"collectivist anarchism"&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Konsep federalisme Bakunin adalah konsep dimana masyarakat harus diorganisir berdasarkan kebebasan individu-individu. Dan organisasi itu adalah organisasi yang bebas mengidentifikasikan dan mengasosiasikan dirinya tanpa adanya suatu paksaan. Maksud Bakunin adalah lebih menyerupai organisasi federasi kaum pekerja.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Walau banyak kesamaan dan terdapat berbagai kemiripan antara Anarkis dan Marxist, namun juga harus di akui, ada beberapa perbedaan yang bahkan fundamental antara dua aliran tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Secara methodologi dan Ideologi, keduanya sepakat untuk melawan Kapitalisme dan kelas-kelas penindas, memiliki musuh politik yang sama, Keduanya memiliki berbagai tujuan jangka panjang yang serupa masyarakat tanpa kelas, tanpa negara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sejarah keduanyapun saling beririsan dan dalam perjuangan revolusinya, keduanya saling dukung.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun keduanya memiliki saling ketidak setujuan dalam memandang Negara, Struktur Kelas dalam Masyarakat dan juga Methoda Materialisme Historis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan perbedaan keduanya itu sampai pada ranah konflik berdarah misal ketika Kaum Anarkis mendapat represi yang sangat kuat oleh Rezim Uni Soviet dan para pendukung Rezim tersebut.&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Beberapa hal yang menjadi menarik untuk melihat perbedaan dan kesamaan antar Anarkis dan marxist adalah bila kita melihat bagaimana perdebatan keduanya dlam beberapa hal antara lain tentang Negara. "Negara" sebagai sebuah institusi yang tersentralisir, hirarkis dan berkuasa yang mengembangkan sebuah monopoli atas penggunaan kekuasaan fisik yang terlegitimasi, tak beranjak dari definisi yang awalnya diajukan oleh seorang Max Weber, dalam esai tahun 1918-nya, &lt;i&gt;Politik-Politik Sebagai sebuah Lapangan Pekerjaan&lt;/i&gt;. Definisi ini diterima oleh nyaris semua mazhab-mazhab pemikiran politik modern selain Marxisme, termasuk di dalamnya anarkisme. Marxisme memiliki definisi yang unik tentang negara: negara adalah sebuah organ represi kelas yang satu atas kelas yang lain. Bagi para Marxis, setiap negara secara intrinsik adalah sebuah kediktatoran kelas yang satu atas kelas lainnya. Dengan demikian, dalam teori Marxis dipahami bahwa lenyapnya kelas akan berbarengan dengan lenyapnya negara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagaimanapun juga, tetap terdapat pertemuan di antara kedua kubu. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; anarkis percaya bahwa setiap negara secara tak terelakkan akan didominasi oleh elit-elit politik dan ekonomi, yang dengan demikian secara efektif menjadi sebuah organ dominasi politik. Dari sudut yang berbeda, para Marxis percaya bahwa represi kelas yang berhasil selalu mengikutsertakan kapasitas kekerasan yang superior, dan bahwa seluruh masyarakat selain sosialisme dikuasai oleh sebuah kelas minoritas, maka dalam teori Marxis semua negara non-sosialis akan memiliki karakter negara seperti yang diyakini oleh para Anarkis.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Segini dulu..ntar sambung lagi….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-6009807518710837784?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/6009807518710837784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=6009807518710837784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/6009807518710837784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/6009807518710837784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/09/anarchy-ideologi-yang-tersingkirkan-ii.html' title='Anarchy - Ideologi yang tersingkirkan (II)'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-2906142267645607799</id><published>2008-08-24T13:06:00.003+07:00</published><updated>2008-08-24T13:15:23.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekedar Berbagi'/><title type='text'>ANARCHY - Ideologi yang tersingkirkan (I)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;“Ketika kesejatian hakikat tergerus oleh kepentingan kekuasaan, maka tidak akan ada lagi kebenaran sebab kebenaran sudah di sulap untuk kepentingan kekuasaan, untuk memperbesar pengaruh atupun untuk kepentingan sekelompok pecundang”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apa yang terbayang oleh kalian ketika mendengar atau membaca kata ANARKI ato dalam bahasa Inggrisnya ANARCHY..??&lt;/p&gt;      &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Aku sih yakin banget...banyak yang bilang itu tindakan brutal dan ga tau aturan oleh sekelompok orang atau oleh individu-individu yang mencoba untuk mengacau… Emang kerap kali kita dengar para pejabat baik sipil maupun militer atau pejabat keamanan sipil (Polisi maksudnya) yang ngomong bla..bla..bla tentang anarki atau tindakan anarkis… bahkan banyak juga kaum muda yang ngaku aktivis baik dia aktivis di NGO ataupun Aktivis gerakkan mahasiswa..ngomong tentang anarki atau anarkis..tanpa tau arti dan makna dibalik kata satu itu…pengertian tentang Anarki telah di-distorsi sedemikian rupa hingga menjauhi dari arti atau hakikat dari Anarki itu sendiri…&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Anarki diambil dari bahasa Yunani, A-NARCHOS atau A-NARCHIA, yang merupakan kata bentukan dari A yang berarti tanpa/tidak/nihil disisipi N dengan ARCHOS atau ARCHIA &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(yg berarti Pemerintah atau Kekuasaan) di belakangnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi Anarchos atau Anarchia itu artinya Tanpa Pemerintah, sedangkan ANARKIS berarti orang yang mempercayai dan menganut faham ANARKI. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Paham ini Dimulai sekitar akhir abad XVII oleh kaum buruh di berbagai negara Eropa semisal Rusia dan Spanyol, Anarkisme menyebar ke &lt;st1:place st="on"&gt;Asia&lt;/st1:place&gt; dan AS.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Di dunia ini sebenarnya banyak sekali jumlah Anarkis, karena keberadaan Anarkis yang sudah lebih dari dua abad itu… dan tentu saja terjadi juga Pluralitas pandangan para penganut ANARKI tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi jangan salah, Anarkis itu mudah sekali ditelusuri, hanya dengan melihat hakikat Anarki, sebab HAKIKAT ANARKI itu Cuma menyangkut Empat Garis Merah, yaitu :&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;ANARKI adalah &lt;i style=""&gt;Perindu Kebebasan Martabat Individu&lt;/i&gt;. Ia menolak segala bentuk penindasan. Jika penindas itu kebetulan pemerintah, ia memilih masyarakat tanpa pemerintah. Jadi, anarki sejatinya bumi utopis yang dihuni individu-individu yang ogah memiliki pemerintahan dan menikmati kebebasan mutlak.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konsekuensi butir pertama adalah, &lt;i style=""&gt;Anarki lalu menjadi Antihirarki&lt;/i&gt;. Sebab hirarki selalu berupa struktur organisasi dengan otoritas yang mendasari cara penguasaan yang menindas. Bukannya hirarki yang jadi target perlawanan, melainkan penindasan yang menjadi karakter dalam otoritas hirarki tersebut.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Anarkisme adalah &lt;i style=""&gt;Paham Hidup&lt;/i&gt; yang mencita-citakan sebuah kaum tanpa hirarki secara sospolekbud yang bisa hidup berdampingan secara damai dengan semua kaum lain dalam suatu sistem sosial. Ia memberi nilai tambah, sebab memaksimalkan kebebasan individual dan kesetaraan antar individu berdasarkan kerjasama sukarela antarindividu atau grup dalam masyarakat.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Ketiga butir di atas adalah konsekuensi logis mereaksi fakta sejarah yang telah membuktikan, &lt;i style=""&gt;kemerdekaan tanpa persamaan cuma berarti kemerdekaan para penguasa, dan persamaan tanpa kemerdekaan cuma berarti perbudakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Lalu apa bedanya ANARKI dengan SOSIALISME LIBERTARIAN..ini ntar deh kita bahas yah…sekarang tentang Anarki aja dulu… Nah..sebagaimana ISME atau paham lainnya di dunia ini, Anarki juga memiliki tokoh-tokoh besar yang terkenal, kayak Max Stiner (1806-1856), Pierre Joseph Prodhoun (1809-1865), Mikhail Bakunin (1814-1876), Peter Kropotkin (1842-1921).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka mereka ini boleh dikatakan tokoh-tokoh awal Anarki yang tentunya enggak hanya bikin teori-teori doang, tapi juga berupaya mewujudkan Paham Anarkisme dengan program-program sistematik, atau dengan praktek-praktek konkrit.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam setiap tindak dan karya-karya Kaum Anarki selalu mengacu pada empat garis merah yang tadi udah disebutkan di atas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tentunya hal itu untuk mengontrol konsistensi garis merah tersebut, berikut ini empat contoh keyakinan kaum anarkis :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;ANARKISME adalah sebuah sistem sosialis tanpa pemerintahan. Ia dimulai di antara manusia, dan akan mempertahankan vitalitas dan kreativitasnya selama merupakan pergerakan dari manusia (Peter Kropotkin).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penghapusan eksploitasi dan penindasan manusia hanya bisa dilakukan lewat penghapusan dari kapitalisme yang rakus dan pemerintahan yang menindas (Errico Malatesta).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kebebasan tanpa sosialisme adalah ketidakadilan, dan sosialisme tanpa kebebasan adalah perbudakan dan kebrutalan (Mikhail Bakunin).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;“Kami tidak perlu merangkul dan menggantungkan hidup kepada pengusaha kaya sebab ujungnya mereka untung dan kami buntung. Tanpa mereka, kami tetap bisa mengorganisasikan pertunjukan, acara, demonstrasi, mempublikasikan buku dan majalah, menerbitkan rekaman, mendistribusikan literatur dan semua produk kami, mengadakan boikot, dan berpartisipasi dalam aktivitas politik. Dan kami dapat melakukan semua itu dengan baik” (O'Hara).&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Akibat logis sikap Anarki di atas, maka ia menentang Tujuh ISME dan kondisi yang merecoki cita-citanya, sebagai berikut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Melawan (Anti) Kapitalisme – biang diskriminasi ekonomis ialah selalu berujung pada privilese lapisan atas. Kaum anarkis, sebagai bagian sirkuit masyarakat lapisan bawah, yakin bisa melakukan banyak hal secara independen.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Melawan (Anti) Rasisme. Kaum anarkis menandaskan semua bangsa, ras, warna kulit, dan golongan adalah sederajat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Melawan (Anti) Sexisme. Kaum anarkis menganggap semua jenis seks: wanita, pria, dan bahkah di luar dua jenis seks itu, memiliki hak yang sama atas apapun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Melawan (Anti) Fasisme atau Supranasionalis. Kaum anarkis beranggapan tak ada bangsa yang melebihi bangsa lain. Semua setaraf dalam perbedaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Melawan (Anti) Xenophobia - ketakutan dan kebencian apriori pada hal baru atau asing. Kaum anarkis melawannya sebab xenophobia bisa berkembang jadi fasisme ialah anti terhadap dan menganggap buruk semua hal dari luar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Melawan (Anti) Perusakan Lingkungan, habitat dan segala bentuk perusakan dan atau tindakan kekerasan terhadap semua makhluk hidup. Maka kaum anarkis menentang segala bentuk percobaan dengan hewan. Itu berarti sewenang-wenang terhadap kehidupan. Padahal, kehidupan tak bisa diciptakan manusia, harus dihargai. Maka banyak kaum anarkis yang hidup vegetarian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Melawan (Anti) Perang dan 1.001 sumber, alat dan perkakasnya, misalnya Militerisme. Bagi kaum anarkis, segala bentuk kekerasan atau penghancuran kehidupan adalah nista. Perang adalah sesuatu hal yang sangat tidak berguna bagi dunia dan penghuninya. Maka segala sumbernya harus segera dihapuskan.&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Nah lho…lalu gimana dong dengan beberapa pernyataan yang sering keluar dari mulut Pejabat-pejabat di negara ini…”Jangan Bertindak Anarkis..!!” atau sering juga kita dengar dalam diskusi atau pendidikan yang diberikan oleh para aktivis gerakan yang bilang “ Bahwa kita akan melakukan demo atau aksi massa untuk memprotes kebijakan pemerintah, tetapi demo kita adalah aksi damai yang tidak anarkis..!!” he he he…jadi geli kadang kalo mendengar hal-hal kayak gitu…&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Ok deh segitu dulu, ntar berikutnya aku coba deh mensarikan beberapa artikel terkait ANARKISME, baik itu Varian-varian Anarkisme, Bagaimana hubungan Anarkisme dengan gerakan sosialisme lainnya, terus yang tadi sempat ku sebutkan, hubungan Anarkisme dengan Sosialieme Libertarian….pokoknya edisi seputar Anarki deh… Mudahan aja bermanfaat…sebagai ilmu pengetahuan kita bersama…ya ga..??&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-2906142267645607799?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/2906142267645607799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=2906142267645607799' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/2906142267645607799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/2906142267645607799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/08/anarchy-ideologi-yang-tersingkirkan-i.html' title='ANARCHY - Ideologi yang tersingkirkan (I)'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-7987765975036340939</id><published>2008-08-20T01:13:00.002+07:00</published><updated>2008-08-20T01:21:41.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyapa nurani'/><title type='text'>Kehormatan bagi yang Ber-Hak</title><content type='html'>Kemana aku harus melabuhkan hatiku...&lt;br /&gt;sedang letih ini hampir tak tertahankan...&lt;br /&gt;Kemana aku harus sandarkan punggungku..&lt;br /&gt;sementara beban ini begitu berat utk dipanggul sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan tanpa batas...keindahan yang menyengsarakan..&lt;br /&gt;Kebodohan diri...;yang berbalut romantisme..&lt;br /&gt;kerinduan akan kesempurnaan yang tidak pernah sempurna.&lt;br /&gt;Kemerdekaan diri yang tertunda oleh kemalasan tindak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kepalsuan, menerjang mematahkan rintang..&lt;br /&gt;berlari dengan kaki telanjang di atas pecahan cermin kemanusiaan...&lt;br /&gt;Meradang diri di dinginnya nuansa...&lt;br /&gt;tangan-tangan layu, lunglai menggapai harap..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis perempuan-perempuan tua diantara rimbun pokok-pokok pohon sejarah yg mulai usang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bukan sandinganku lagi...&lt;br /&gt;kau jauh diantara awan melenggang congkak...&lt;br /&gt;Burung Garuda yang mulai Botak termakan usia..&lt;br /&gt;bulu-bulu emasmu mulai kusam...Cakarmu menggenggam segepok uang haram...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 agustus atau 1 september...??&lt;br /&gt;Kasian kau lupa akan kodrat kehadiranmu...&lt;br /&gt;atau memang seperti kenang, kau akan berlalu...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan baru... atau mimpi berbalut keputus-asaan..???&lt;br /&gt;kerut di wajah Ibu pertiwi mulai nampak...&lt;br /&gt;namun kedewasaan belum terlihat...&lt;br /&gt;Bagaimana kah diri harus hormat dan tunduk padanya...??&lt;br /&gt;Bila saja dia mampu garang meradang menghantam prahara...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapankah kesejatiannya akan bermakna...??&lt;br /&gt;Sebab hanya kemegahan hati, keberanian dan pemaknaan kesejatianlah..&lt;br /&gt;yang akan menjadi kehormatan diri.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"utk pertiwi yang berulang tahun diantara kepedihan kawula"&lt;br /&gt;20, Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-7987765975036340939?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/7987765975036340939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=7987765975036340939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/7987765975036340939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/7987765975036340939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/08/kehormatan-bagi-yang-ber-hak.html' title='Kehormatan bagi yang Ber-Hak'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-2358103103370313874</id><published>2008-07-29T06:26:00.013+07:00</published><updated>2008-07-29T08:19:07.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan hati'/><title type='text'>Gaya Curhat sok Filosophis....</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"ketika pilihan itu sudah ditentukan, hendaknya "ia" menjadi arah bagi jalan hidup dan panduan untuk mencapai tujuan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika aku pernah bicara dg seseorang, bahwa takdir itu kita sendiri yg menentukan.  Takdir adalah pilihan hidup seseorang, "dia" tidak dituliskan, tapi "dia" ditentukan berdasarkan pilihan kita sendiri.  Kami lalu mencoba bersama-sama utk menyepakati sebuah pilihan, utk sama-sama membangun takdir kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebersamaan kami, banyak hal-hal yg tdk pernah terduga terjadi, namun aku masih merasa, pilihan kami diliputi kebahagiaan, memang banyak yang bilang kebahagian adalah esensi hidup, dia juga adalah bagian dari "rasa"... Aku padahal sadar, bahwa "rasa" tidak boleh dimanjakan dlm hati dan pikiran, karena akan membuat kita menjadi berlupa dan meninggalkan rasionalitas dan logika.  Tetapi entah mengapa, kadang "rasa" membuatku hilang kendali, atau mungkin karena aku begitu menaruh impianku dan begitu memuja "takdir" yg ku coba bangun bersamanya, sehingga aku merasa bahwa "takdir" itu harus ku lindungi dgn sepenuh jiwaku...  Aku menjadi hilang rasionalitas dan meninggalkan logika pikirku jauh di bawah "rasa"...&lt;br /&gt;Dan itu kesalahan terbesarku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu  ketika dia memutuskan utk tdk lagi berjalan dalam "takdir" yg kami bangun.. dia memilih membangun takdirnya sendiri...&lt;br /&gt;Aku terperangah... ternyata ada pilihan "takdir" lain yg lebih membahagiakannya, ketimbang "takdir" yg kami bangun...&lt;br /&gt;Aku tdk menyalahkannya, di kemudaannya dimana gejolak "hidup" lebih mendominasi alam pikir, maka "rasa" yg dimiliki olehnya akan lebih menggoda ketimbang "pilihan" yg pernah kami tentukan...&lt;br /&gt;Tidak ada kesalahan dlm sikapnya.  Aku sadar betul, bahwa pilihan "takdir" sebagaimana juga ide dalam alam pikir tidak ada yang salah.  Dia hanya bisa kita nilai dalam praksis...dalam perjalanan waktu...&lt;br /&gt;Aku menghargai pilihan-pilihan yg dilakukan oleh setiap orang... dan tentu aku juga harus menghargai pilihannya... Biarlah "takdir" yg pernah coba kami bangun selama ini menjadi kenang dan menjadi bagian dari sejarah... sejarah kehidupan ku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dengan problem subyektifku yg harus ku jawab dan kujalani.. baik itu problem subyektifku sebagai individu, maupun problem subyektif kolektif yg juga harus ikut ku tanggung, tidak semestinya menggantungkan harap kepada "Rasa"... aku sadar bahwa belum tentu dia sanggup hidup dlm gambaran takdir yg kami pernah coba bangun.&lt;br /&gt;Harus ku akui menjawab problem subyektif yg kami hadapi saja, kami masih gagap...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan yg termudah bagi kondisi yg hampir dekaden adalah larut dalam kondisi "kemapanan", comfort zone...zona nyaman, dimana pilihan kita tdk perlu bertentangan dgn pilihan awam atau orang-orang sekitar kita. Dan apabila dia memilih hal itu, maka itu adalah hal yg biasa dan lumrah, tidak ada yang patut disalahkan.&lt;br /&gt;Sejak saat itu, aku putuskan utk merangkai takdir baru, dan aku putuskan utk berhenti memandang takdir lama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kemampuanku terbatas.. aku masih selalu terperangkap dlm esensi dg batasan "rasa" yg menjadi alegoris...tp benarkah..?? atau memang takdir itu sudah dituliskan oleh Sang Roh Absolut utk ku..??&lt;br /&gt;Aku masih harus banyak belajar lagi nampaknya....karena saat ini, kepercayaan diriku seakan runtuh.. dan aku terlanjur larut dg skenario penghancuran diriku yang seakan akan tidak berkesudahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah "aku" ini yg sudah memiliki presuposisi terdahulu dlm memandang "hidup" sehingga kadang tidak bisa luput dari persepsi pikir yang mencerminkan ego dan ke-aku-an.&lt;br /&gt;Dalam kesendirianku, aku semakin memahami, bahwa esensi bukan hanya bisa melukakan..tp juga bisa mematikan..&lt;br /&gt;Aku harus menjadikan esensi sebagai imbuhan... Aku harus kembali menjadi tuhan bagi diriku sendiri..!!!!&lt;br /&gt;Sebagaimana dulu, aku harus kembali pada kepercayaanku, pada prinsip hidup lama.... Bahwa tidak ada kesetiaan dalam cinta.. dan aku akan kembali menjadi manusia paradoks dalam pusaran kekuatan pikir..&lt;br /&gt;Hidup hanya rentang waktu perjalanan sejarah, didalamnya cinta menjadi "bumbu" penyedap "rasa"... maka tidak perlu memujanya, sebab bukan Aprodite yang menjadi pimpinan para dewa, tetapi Zeus...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tidak akan ada lagi suara nabi lain yg akan kudengar...hanya sabdaku sendirlah yg seharusnya ku dengar..."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-2358103103370313874?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/2358103103370313874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=2358103103370313874' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/2358103103370313874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/2358103103370313874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/gaya-curhat-sok-filosophis.html' title='Gaya Curhat sok Filosophis....'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-3326285889131119591</id><published>2008-07-28T23:02:00.003+07:00</published><updated>2008-07-29T07:09:16.838+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyapa nurani'/><title type='text'>I MISS U</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lagi...sebuah puisi yg aku ambilkan dari "kitab" puisi ku..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku mempersembahkan puisi ini untuk seseorang 2 tahun yang lalu di kota Hujan, Bogor... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kedalaman asaku..&lt;br /&gt;bersemayam kerinduan akanmu...&lt;br /&gt;menggumpal dan bergelora...&lt;br /&gt;mengahantam dinding-dinding bathinku..&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; Di kesenyapan malam...&lt;br /&gt;lirih kubisikan senandung harapku,&lt;br /&gt;pelan-pelan ku goreskan kenang akan mu&lt;br /&gt;membekas lekat di sudut-sudut hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehampaan yang bersenandung..&lt;br /&gt;kerinduan yg menggelisahkan..&lt;br /&gt;(dan kau masih mewarnai hari-hariku)&lt;br /&gt;dalam-dalam kuhisap aroma kesetiaan&lt;br /&gt;yang berhembus bersama angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Bouetenzorg,&lt;/span&gt; April 06 2007&lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-3326285889131119591?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/3326285889131119591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=3326285889131119591' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/3326285889131119591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/3326285889131119591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/i-miss-u.html' title='I MISS U'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-184769354959330041</id><published>2008-07-25T15:34:00.004+07:00</published><updated>2008-07-25T16:24:49.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan hati'/><title type='text'>Arti Mencintai....</title><content type='html'>&lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Puisi ini aku dapatkan ketika aku lagi buka2 file-file lama... trus aku liat ada file yg isinya beberapa puisi, diantaranya puisi ini... Bukannya bermaksud nyombong, tapi puisi ini aku buat ketika sedang berada di europe.. aku buat sebagai persembahan dari hati kepada seseorang yg katanya setia menunggu aku kembali...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Judulnya emang terkesan gombal banget, "arti mencintai"...he he he....ga kebayang deh aku, kalo saat ini aku dah ga dengan dia lagi... Puisi ini juga aku buat sebagai bentuk ketetapan pilihan hatiku ke dia... Simak aja deh..ni puisi mungkin rada cengeng..ato melankolis, tp gpp juga kan sekali-kali jd melow gt.&lt;/span&gt;..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jika biduk ini harus berlalu....&lt;br /&gt;biarlah ketenangan ombak hantarkan dia ketepian&lt;br /&gt;Jika anggur ini harus tumpah dari cawannya&lt;br /&gt;biarkan keharumannya merebak ke seantero ruang.&lt;br /&gt;Karena hanya itu yg bisa dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kesetiaan yang digoreskan perlahan&lt;br /&gt;merambati hati terlukis di bathin.&lt;br /&gt;Kepadanya diberikan segala kuasa atas rasa,&lt;br /&gt;keagungan adalah cita dan kebersahajaan hati adalah mahkota bagi jiwa.&lt;br /&gt;Dimana disemaikan segala rindu dalam dekapan ketulusan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bila cawan ini mesti kita reguk, mengapa meragu.&lt;br /&gt;sebab mencintai adalah keindahan sorgawi.&lt;br /&gt;Dalam kerinduan dekapmu aku memuja....&lt;br /&gt;Sebab mencintai adalah memberi....&lt;br /&gt;Dalam kesendirian aku berharap....&lt;br /&gt;Sebab mencintai adalah bersetia pada janji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;On my Journey, 15 Sept 06&lt;br /&gt;U'r admirer&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-184769354959330041?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/184769354959330041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=184769354959330041' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/184769354959330041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/184769354959330041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/arti-mencintai.html' title='Arti Mencintai....'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-8809372757604712888</id><published>2008-07-23T00:58:00.004+07:00</published><updated>2008-07-23T01:23:08.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perenungan'/><title type='text'>Untuk Gadis Kecilku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika Upaya menemukan Jati Diri telah menegasikan kepribadian dan sikap kesejatian diri itu sendiri, maka “menjerumuskan” diri dalam pola hidup yang berbeda kadang menjadi pilihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Kesadaran bahwa seseorang akan menjadi berbeda atau berubah dalam kurun waktu tertentu karena interaksi kesehariannya dengan lingkungan sosialnya atau karena alasan lain misalnya perobahan cepat akibat tekanan kondisi subyektifnya sendiri, sebuah perubahan karena problem subyektif seseorang atau problem subyektif kolektif. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dan konon katanya ini juga dipengaruhi oleh perilaku dan pola-pola kehidupan sebagai bagian dari sebuah budaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Kadang lingkungan sosial kita bukan wadah yang ideal bagi kita untuk hidup, tapi “keterpaksaan” kita untuk bisa &lt;i style=""&gt;survival&lt;/i&gt; di tengah lingkungan tersebut telah menjadikan kita mampu berkompromi dengan kondisi tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan mungkin &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hidup hedonis yang “menjadi” budaya dikalangan anak-anak muda saat ini juga buah dari interaksi sosial mereka atau juga hasil dari kompromi mereka dengan keadaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Konteks hubungan sosial satu manusia dengan manusia yang lain dalam interaksi kesehariannya sangat berpengaruh dalam membentuk pribadi seseorang termasuk di dalamnya budaya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Beberapa literature tentang budaya telah membahas bagaimana kebudayaan erat hubungannya dengan masyarakat, misal Melville J. Herskovits, antropolog asal Amerika dan Bronislaw Malinowski antropolog asal Polandia mengatakan; &lt;i style=""&gt;“bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri”&lt;/i&gt;, menurut Wikipedia istilah untuk pendapat mereka ini adalah &lt;i style=""&gt;Cultural Determinism&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Herskovits sendiri memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang diturunkan dari satu generasi ke kegenerasi berikutnya, yang kemudian di sebut sebagai &lt;i style=""&gt;Superorganic&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pendapat lain yang dikemukakan oleh Andreas Eppink menyatakan &lt;i style=""&gt;“kebudayaan mengadung keseluruhan pengertian nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, relegius dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistic yang menjadi ciri khas suatu masyarakat”&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Menurut Edward B. Tylor seorang antropolog dari Inggris, &lt;i style=""&gt;“Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat”&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sedangkan Selo Soemarjan dan Soelaiman Soemardi berpendapat bahwa &lt;i style=""&gt;“Kebudayaan adalah hasil karya. Rasa dan cipta rasa masyarakat&lt;/i&gt;”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Komponen atau unsur kebudayaan, sendiri menurut beberapa ahli seperti Melville J. Herskovits (ke)budaya(an) memiliki 4 unsur pokok, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;alat-alat teknologi; sistem ekonomi; keluarga; kekuasaan politik.&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bronislaw Malinowski juga mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;1. Sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya; 2. Organisasi Ekonomi; 3. Alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (Keluarga adalah lembaga pendidikan utama); 4. Organisasi kekuatan (Politik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Menurut &lt;b&gt;J.J. Hoenigman&lt;/b&gt;, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: &lt;i style=""&gt;gagasan, aktivitas, dan artefak&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kebudayaan Material dan Kebudayaan Non Material&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebelum terlalu berpanjang-panjang membahas budaya dan apa yang kemudian menyebabkan perubahan-perubahan dari “budaya” di suatu generasi, aku mencoba mengkaitkan tulisan ini dengan apa yang saat ini mulai banyak mencemaskan beberapa pihak, yaitu gaya hidup anak-anak muda terutama diperkotaan, gaya hidup &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;hedonist&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagaimanapun &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hidup hedonis yang awalnya merupakan pilihan dalam menjalani kehidupan telah menjadi pilihan “Kebudayaan baru" di masa ini.&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada awalnya&lt;b&gt;, HEDONISME&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; adalah paham sebuah aliran filsafat dari Yunani. Tujuan paham aliran ini, untuk menghindari kesengsaraan dan menikmati kebahagiaan sebanyak mungkin dalam kehidupan di dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di masa itu hedonisme masih mempunyai arti positif. Dalam perkembangannya, penganut paham ini mencari kebahagiaan berefek panjang tanpa disertai penderitaan. Mereka menjalani berbagai praktik asketis, seperti puasa, hidup miskin, bahkan menjadi pertapa agar mendapat kebahagiaan sejati. Namun waktu kekaisaran Romawi menguasai seluruh Eropa dan Afrika, paham ini mengalami pergeseran ke arah negatif dalam semboyan baru hedonisme. Semboyan baru itu, &lt;i&gt;carpe diem&lt;/i&gt; (raihlah kenikmatan sebanyak mungkin selagi kamu hidup), menjiwai tiap embusan napas aliran tersebut. Kebahagiaan dipahami sebagai kenikmatan belaka tanpa mempunyai arti mendalam.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Berdasarkan pemaparan tentang budaya di atas, kebudayaan memiliki komponen untuk membentuknya dan wujud sebagai cara untuk mengekspresikan dirinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut hematku sendiri, komponen pembentuk gaya hidup hedonis versi terbaru ini justru lahir dari lingkar keluarga terus interaksi dengan sesama mereka yang jenuh dengan model pendidikan baik di tingkat keluarga maupun pendidikan formal disekolah, yang mereka anggap kuno dan tidak bisa menjawab kegelisan mereka atas usaha pencarian jati diri dan juga system ekonomi dan kekuasaan (politik) saat ini yang mendorong anak-anak muda menetapkan identitas baru bagi kaum atau generasi mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sehingga memacu semangat perlawanan terhadap budaya lama dengan menciptakan atau hidup dengan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; berbeda dan dianggap mereka menarik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Mungkin saja pemaparanku ini salah, tapi sebagai seseorang manusia merdeka tentu aku berhak dong mengungkapkan pendapatku…Kembali pada kenapa banyak anak muda menyukai &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hidup hedonis, karena selain menawarkan sesuatu yang berbeda dan tingkat kejenuhan mereka yang tinggi, hedonis juga menawarkan kebebasan dalam kebersamaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sistem ekonomi kapitalistik yang mendorong munculnya sikap individualistik dalam keseharian, telah juga ikut berperan dalam mendorong pilihan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hidup hedonis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Manifesto Hedonist International&lt;/span&gt; disebutkan, bahwa mereka menginginkan kebahagiaan bersama, anarchy, ide-ide epicurean, Multifaceted joy, Sensualitas, diversi, persahabatan, keadilan, toleransi, kebebasan seks, keberlanjutan, perdamaian, kebabasan akses terhadap informasi, seni, eksistensi cosmopolitan, dan dunia tanpa batas atau dunia tanpa diskriminasi serta apa saja yang sesungguhnya sangat bagus (menarik) tapi tidak menjadi kenyataan pada saat ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sepertinya sangat baik dan mengajarkan tentang kebersamaan dalam perdamaian dengan kebahagian sebagai landasan kehidupan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hidup ini wajar menjadi menarik dan digeluti oleh anak-anak muda saat ini, karena “wajah manisnya” dan kesenangan yang ditawarkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Hedonis sebagai aliran filsafat telah merobah dirinya dengan wajah baru yang mengakomodir pola hidup konsumtif, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hidup bebas tanpa norma yang mengikat ketat, dan kerinduan akan kebersamaan di tengah himpitan sikap individualistik saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Menurutku sendiri seharusnya Filsafat bisa melatih kita untuk berpikir lebih kritis, sistematis, dan terarah. Dengan filsafat, kita menjadi terbiasa mengolah segala sesuatunya secara matang dan tidak menerima hal-hal baru secara mentah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akhirnya, kita akan selalu berpegang pada sesuatu yang dirasa pas dan baik secara subjektif dan objektif. Filsafat pada hakikatnya merupakan ilmu yang terus berupaya mencari kebenaran yang betul-betul autentik dan tidak bisa disangkal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut Thomas Aquinas, &lt;i&gt;fides quaerrens intelectum &lt;/i&gt;(iman yang mencari pengertian).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di sini, filsafat membantu kita untuk lebih menghayati iman secara mendalam. Dalam seni, filsafat membantu kita untuk lebih mengerti tentang makna dari keindahan melalui cabang ilmu ini yang mempelajari keindahan, yaitu estetika.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Begitu pula dengan bahasa, kita akan lebih mengerti tentang makna suatu bahasa, bukan hanya dari pengertian harfiahnya saja, melainkan dari makna di balik bahasa itu sendiri sesuai dengan kondisi masyarakat tempat bahasa itu lahir lewat filsafat bahasa yang dinamakan filologi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Filsafat juga berguna sebagai ilmu yang dapat membantu untuk memahami moralitas dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat melalui filsafat moral, yaitu estetika.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Aku sih ga akan menawarkan apa-apa dari tulisanku ini, ga juga menawarkan gimana cara mengatasinya…tulisan ini hanya sebagai pandanganku aja, tentang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hidup hedonis yang sekarang banyak menjadi pilihan bagi anak-anak muda saat ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gitu aja sih…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dengan merujuk berbagai literature tentang budaya, tentang filsafat dan tentunya aku berterimakasih pada google dan wikipedia yang bisa menjadi sumber literature, maka jadilah tulisan ini, untuk memperingatkan diri sendiri aja, satu hal yang aku sadari bahwa system capitalistic global saat ini juga mempengaruhi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hidup dan menjadikannya sebagai budaya baru… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Materialisme, Dialektika dan Logika sebagai sebuah panduan pemahaman filsafat yang menurutku sangat lengkap bisa menjadi &lt;i style=""&gt;early warning&lt;/i&gt; terutama bagiku, dalam menyikapi kenyataan hidup dan aku harap ini juga bisa menjadi pegangangan bagi yang lain. &lt;i style=""&gt;So my little girl..there’s a wild world..out there.. watch your step and becarefull&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-8809372757604712888?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/8809372757604712888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=8809372757604712888' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/8809372757604712888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/8809372757604712888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/untuk-gadis-kecilku.html' title='Untuk Gadis Kecilku'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-2424202172649675161</id><published>2008-07-22T09:43:00.000+07:00</published><updated>2008-07-22T09:48:22.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan hati'/><title type='text'>Di Menteng (Aku Merenung)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;;"&gt;dimuat di Rumah Kiri pd Rubrik Sastra &amp;amp; Seni, 07-09-2006 08:26&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Malam kala sinar bulan menembus waktu&lt;br /&gt;lapat-lapat kudengar desah resah melengus gelisah.&lt;br /&gt;Sekumpulan anak jalan berimpitan perangi dingin&lt;br /&gt;di emperan toko-toko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyentak dalam kemabukanku&lt;br /&gt;hilang pening anggur yg baru kureguk&lt;br /&gt;panas tenggorokanku bukan karena alkohol&lt;br /&gt;tapi tercekat renungi nasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Menteng yang gemerlap&lt;br /&gt;di antara riuh tawa kaum borjuasi&lt;br /&gt;Kepapaan hantam kerianganku, tersadarpun percuma&lt;br /&gt;Dosaku terpampang di gerbang Bar 'n Grill&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;em&gt;06 September 2006&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-2424202172649675161?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/2424202172649675161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=2424202172649675161' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/2424202172649675161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/2424202172649675161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/di-menteng-aku-merenung.html' title='Di Menteng (Aku Merenung)'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-1757962726740433653</id><published>2008-07-21T13:34:00.003+07:00</published><updated>2008-07-23T00:28:06.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyapa nurani'/><title type='text'>Kapan Bermula</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Dimuat di Rumah Kiri pd Rubrik Sastra &amp;amp; Seni, 19-09-2006 11:58&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengapa aku menjadi setengah kafir seperti ini...&lt;br /&gt;padahal hatiku teguh pegang amanah&lt;br /&gt;kegalauan pikir adalah milik mereka yang bertuhan pada kemewahan.&lt;br /&gt;Sementara aku bukan bagian dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pendosa aku bangga pada hidupku,&lt;br /&gt;yang berkeyakinan pikir dan bermahzabkan logika.&lt;br /&gt;Tak terbantahkan aku bersabda,&lt;br /&gt;bahkan malam tunduk pada kutukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada gelisah menyeruak di sela hati&lt;br /&gt;Padahal hatiku seteguh batu karang...&lt;br /&gt;kegelisahan adalah milik mereka yang pongah&lt;br /&gt;sementara aku adalah pembagi keriangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kufur dalam sikap, masgul dalam kata kata&lt;br /&gt;dosa dosa manis yang kubuat, adalah impian belia yang kulenakan&lt;br /&gt;kapan saja iya bisa kubangkitkan, tergantung hasrat...&lt;br /&gt;Sekendak hati kuatur deritamu... tapi perihnya menyiksaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa aku menjadi setengah kafir...&lt;br /&gt;padahal aku adalah takdir bagi diriku,&lt;br /&gt;tuhan bagi kehendakku, nabi bagi pikirku.&lt;br /&gt;Dan aku tak perlu bersujud dan memuji....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah ada kesetiaan...&lt;br /&gt;hadirkan ia disini...biar lekat kupandangi&lt;br /&gt;dan kutemani sembari bernyanyi&lt;br /&gt;agar harapan dan gairah menyatu dalam bathin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pendosa aku hidup...&lt;br /&gt;dalam kehendak diri dan aturan akalku...&lt;br /&gt;lalu kenapa aku masih menangis....&lt;br /&gt;meratap menunggu kebebasanmu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan dengan bathin&lt;br /&gt;kemenangan tertuliskan dalam angan...&lt;br /&gt;pikir bukan lagi pelita; Ia menjadi racun...&lt;br /&gt;Berkeringat aku menggigil, marah pada ketakberdayaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Banjarbaru, 06 September 2006&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ketika aku tak kuasa menerobos kebuntuan pikirku.....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;kapan perjuangan ini bermula..? Kapan ia akan menuju kemenangan....?"&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-1757962726740433653?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/1757962726740433653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=1757962726740433653' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/1757962726740433653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/1757962726740433653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/kapan-bermula.html' title='Kapan Bermula'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-3243178992905040578</id><published>2008-07-19T15:08:00.001+07:00</published><updated>2008-07-23T01:24:10.661+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekedar Berbagi'/><title type='text'>WORLD BANK, APA DAN SIAPA ? (Bagian II)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah kita tahu tentang Bank Dunia dan sodara-sodaranya tentunya kurang dong kalo kita-kita ngak tahu banyak apa aja yang mereka kerjain sehingga mereka boleh dikatakan menguasai duitnya dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Berikut adalah tipe-tipe atawa bentuk utang / cara si Bank Dunia (BeDe) ngutangin negara-negara macam Indonesia ini&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1. SALs&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (&lt;i style=""&gt;Structural Adjustment Loans&lt;/i&gt; / Pinjaman Penyesuaian Struktural)&lt;br /&gt;Pinjaman ini katanya ditujuin untuk merestrukturisasi perekonomian suatu negara untuk siap dalam pasar bebas, kebijakan ekonomi makro serta neo-liberal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tujuannya adalah untuk menstabilkan perekonomian salam jangka waktu panjang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini termasuk usaha-usaha memotong pengeluaran pengeluaran (subsidi), devaluasi, privatisasi dan meningkatkan ekspor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SECALs&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (&lt;i style=""&gt;Sector Adjustment Loans&lt;/i&gt; / Pinjaman Penyesuaian Sektor)&lt;br /&gt;Pinjaman ini untuk merestrukturisasi sektor-sektor khusus dalam perekonomian suatu negara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Umumnya diberikan untuk mengimplementasikan penyesuaian struktural, dan termasuk usulan perubahan kebijakan, seperti mendorong adanya pengaturan tentang swastanisasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bank Dunia banyak memberikan pinjaman untuk sektor pertanian, energi, telekomunikasi dan transportasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Investment Loans&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Pinjaman Investasi)&lt;br /&gt;Tujuan pinjaman ini adalah untuk mendukung program anti kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada pinjaman untuk proyek yang menjaga produktivitas aset, termasuk infrastruktur (pembangunan bendungan, jalan kereta api, pembangkit listrik dan pelabuhan), produksi pertanian, pertambangan, kehutanan, sanitasi dan pengembangan sektor sosial (pendidikan, kesehatan, gizi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;TALs&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (&lt;i style=""&gt;Technical Assistance Loans&lt;/i&gt; / Pinjaman Bantuan Teknis)&lt;br /&gt;Pinjaman ini berujuan untuk membangun kapasitas lembaga-lembaga pemerintah agar mereka mampu untuk menerapkan strategi kebijakan investasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;LILs&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (&lt;i style=""&gt;Learning and Inovation Loans&lt;/i&gt; / Pinjaman Pembelajaran dan Inovasi)&lt;br /&gt;Tujuannya untuk membangun inisiatif lokal atau penilaian sosial, serta lebih menekankan kemitraan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Persetujuan pinjaman tidak perlu melalui Dewan Direktur cukup di tingkat Menejer di Bank Dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;APLs&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (&lt;i style=""&gt;Adaptable Program Loans&lt;/i&gt; / Pinjaman program Adaptasi)&lt;br /&gt;Pinjaman ini didisain untuk mendanai program jangka panjang dengan melalui serangkaian proses.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Persetujuan [injaman cukup di tingkat Manager.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;7.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Emergency Reconstruction Loans&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Pinjaman Rekonstruksi Darurat)&lt;br /&gt;Pinjaman diberikan kepada negara dalam kondisi emergensi/darurat disektor perekonomian, seperti segera memerlukan dana segar untuk menyeimbangkan neraca ataupun memperbaiki aset (sektor produksi maupun infrastruktur).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;8.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Debt and Debt Service Reduction Loans = DDRS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Pinjaman Pelayanan Pengurangan Hutang)&lt;br /&gt;Negara-negara yang memiliki utang luar negeri tinggi dapat meminta DDRS ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemotongan utang dapat dilakukan dengan membeli kembali utang komersial dengan harga diskon, atau menukar utang dengan instrumen yang lebih murah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;9.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Financual Intermediary Loans&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Pinjaman Keuangan Intermediasi)&lt;br /&gt;Pinjaman Bank Dunia untuk menunjang lembaga-lembaga keuangan nasional atau lokal, yang akan memberikan pinjaman kembali ke sektor swasta, kegiatan atau ke pemerintah lokal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;10.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Guarantees&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Garansi)&lt;br /&gt;Garansi ditujukan untuk menarik investasi sektor swasta dan mengurangi resiko berinvestasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Garansi dapat diberikan kepada pemerintah maupun ke pihak swasta.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Garansi ini dapat dimintakan hanya jika dana dari pasar swasta, IFS ataupun MIGA tidaklah mencukupi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;KEBIJAKAN PENGAMAN BANK DUNIA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebijakan pengaman (&lt;i style=""&gt;safeguard policy&lt;/i&gt;) adalah kebijakan-kebijakan yang mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan yang berlaku ketika Bank Dunia menerapkan pinjamannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sejak tahun 1980-an Bank Dunia mengembangkan kebijakan-keebijakan operasionalnya, terutama setelah mendapat banyak kritik terutama dari Ornop dan negara-negara donor.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kebijakan pertama yang diterbitkan adalah mengenai &lt;i style=""&gt;“Involuntary Resetlement”&lt;/i&gt; (Pemindahan Pemukiman Secara Paksa) tahun 1980.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tahun 1982 menerbitkan kebijakan mengenai kesukuan (&lt;i style=""&gt;Tribal&lt;/i&gt;) yang kemudian dirubah dengan &lt;i style=""&gt;Operational Directive&lt;/i&gt; (OD) 4.20 tentang Masyarakat Adat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kebijakan lainnya antara lain Mengenai Analisa Lingkungan, Pengelolaan Pestisida, Pengelolaan Dam, dan proyek-proyek di area Perselisihan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebijakan pengaman ini ditandai dengan OD (&lt;i style=""&gt;Operational Directive&lt;/i&gt;), OP (&lt;i style=""&gt;Operational Procedures&lt;/i&gt;), BP (&lt;i style=""&gt;Bank Procedures&lt;/i&gt;) dan GP (&lt;i style=""&gt;Good Practices&lt;/i&gt;).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;OD adalah pernyataan BeDe yang disetujui oleh Dewan Direktur dan merupakan kewajiban bagi semua staf BeDe.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;OD ini dirincikan dalam bentuk OP, BP dan GP.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;OP dan BP bersifat mandatori, artinya seluruh staf BeDe terikat untuk menerapkannya dalam setiap aktivitas BeDe.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sementara GP tidak bersifat mandatori, tetapi lebih merupakan pedoman operasional yang dapat digunakan oleh seluruh staf BeDe.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mengenal Siklus Proyek Bank Dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bank Dunia membuat dokumen &lt;b style=""&gt;CAS&lt;/b&gt; (&lt;i style=""&gt;Country Assistance Strategy&lt;/i&gt;) yang merupakan &lt;i style=""&gt;‘Rencana Induk’&lt;/i&gt; Bank Dunia akan suatu Negara yang berlaku selama tiga tahun, dimana akan direvisi setiap tahunnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dokumen CAS ini adalah dasar dari Bank Dunia untuk memberikan pinjaman atau tidak kepada suatu Negara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berikut adalah tahapan yang harus dilalui dalam proses pengucuran pinjaman, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Identifikasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tahapan dimana Bank Dunia dan negara peminjam mengidentifikasikan sebuah proyek seperti yang digambarkan dalam CAS.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Persiapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Negara peminjam melakukan studi, analisis teknis dan sosial serta ekonomi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apabila diperlukan AMDAL maka harus dibuat AMDAL.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penilaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tahapan dimana Bank Dunia mengirimkan staf dan konsultan kepada Negara peminjam untuk menentukan apakah proyek tersebut patut didanai atau tidak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam tahap ini Bank Dunia mengeluarkan dokumen &lt;b style=""&gt;SAR&lt;/b&gt; (&lt;i style=""&gt;Staff Appraisal Report&lt;/i&gt;) yaitu laporan dari staf yang melakukan kunjungan.&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Negosiasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bank Dunia dan Negara peminjam menegosiasikan tindakan yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek, termasuk persyaratan sosial dan lingkungan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Persetujuan Dewan Direktur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Versi final/akhir SAR ditulis dan dipresentasikan kepada Dewan Direktur Bank Dunia bersama dengan Laporan dari Presiden Bank Dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dewan Direktur kemudian menilai dan melakukan pemungutan suara untuk menyetujui atau tidak permohonan pinjaman tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila disetujui maka perjanjian utang (&lt;i style=""&gt;Loan Agreement&lt;/i&gt;) akan dilakukan oleh kedua belah pihak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dokumen ini seharusnya terbuka untuk publik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Implementasi dan Pengawasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tahapan ini adalah pengucuran pinjaman oleh Bank Dunia dan dimulainya proyek.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bank Dunia dapat melakukan pengawasan proyek berdasarkan syarat negosiasi sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;7.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Evaluasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tahap dimana semua dana telah dicairkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Negara peminjam akan menuliskan laporan penyelesaian (&lt;b style=""&gt;PCR&lt;/b&gt;-&lt;i style=""&gt;Project Completion Report&lt;/i&gt;).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bank Dunia akan menyiapkan laporan audit terpisah yang diajukan ke Dewan Direktur.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dokumen yang dapat diakses masyarakat adalah studi dampak dari pelaksanaan proyek.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam tahap semua dana telah dikucurkan, masyarakat tidak dapat lagi melakukan pengaduan kepada Bank Dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kalo ngeliat tipe-tipe utang dan siklus proyek Bank Dunia kayaknya baik juga Bank Dunia ini, jadi dimana bagian yang ngak baik serta merugikan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nah untuk itu mari kita telaah bersama cara Bank Dunia bekerja di suatu Negara, misalnya Negara kita Indonesia, dari BeDe kita mendapat pinjaman SALs (&lt;i style=""&gt;Structural Adjustment Loans&lt;/i&gt;) dan oleh World Bank kita dilarang untuk memproduksi barang substitusi import (yaitu barang pengganti dari barang-barang yang kita import selama ini), jadi seperti yang diungkapkan oleh Walden Bello dan Shea Cunningham dalam buku &lt;i style=""&gt;“Dark Victory”&lt;/i&gt; (1994) jika suatu negara menjalani program SAL meskipun ekspornya cenderung naik, belum tentu GNP (Gross National Product) negara tersebut juga naik, akibat dari kontraksi ekonomi yang disebabkannya (tarik-menarik kepentingan ekonomi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jadi sebenarnya memberikan bantuan ke negara-negara berkembang adalah cara yang paling efektif untuk dapat mengontrol negara tersebut sekaligus membuka akses terhadap pasar dan sumber daya alam negara itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Begitu suatu negara berada dalam ‘asuhan’ World Bank dan IMF, maka otomatis mereka ‘dipaksa’ untuk melaksanakan tiga ajaran fundamental neo-liberalisme, yaitu perdagangan bebas atas barang dan jasa, sirkulasi modal secara bebas/liberalisasi keuangan dan kebebasan investasi (asing).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan menjalankan ajaran ini, pemerintah Indonesia (dan negara-negara berkembang lainnya) yang pada tahap awal pinjaman seharusnya dapat mengembalikan pinjamannya atau bunganya, harus menginvestasikan uangnya keperusahaan-perusahaan di pasar internasional, karena harus mengembalikan pinjaman tersebut dalam bentuk dolar AS.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sehingga pada saat jatuh tempo, pemerintah tidak dapat membayar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;utangnya dan akhirnya terjerat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Begitu terjerat pemerintah bukannya mengurangi pengeluaran, tetapi pemerintah harus meminjam lagi, dan akhirnya akan semakin tergantung pada kreditor (World Bank dan IMF).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada titik ini melalui SAP (Structural Adjustment Loan), World Bank dan IMF dapat lebih melegitimasikan kontrolnya terhadap negara peminjam untuk mengambil alih ekonomi negara tersebut dan memastikan bahwa pembayaran bunga cicilan dibayar tepat waktu (dikutib dari Mengapa Susan George, Nadia Hadad, INFID, 2002).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari situ kita udah bisa lihat perangkap yang dibuat oleh lembaga-lembaga keuangan dunia yang menjerat suatu negara ke dalam jurang utang, dan negara yang udah masuk ke dalam perangkap utang mereka ngak bakalan bisa lepas begitu saja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semakin lama kita ikuti program yang mereka buat untuk kita, semakin dalam kita terjerumus kedalam jurang utang mereka dan kemungkinan untuk melepaskan diri semakin kecil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Globalisasi yang diagung-agungkan selama ini ternyata juga dibawah kendali Bank/lembaga-lembaga keuangan dunia dan korporasi global sehingga tidak mengherankan bahwa aturan baru menguntungkan kepentingan mereka, dan menjamin adanya kekuatan pasar yang lebih bebas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi satu-satunya cara adalah berhenti berhutang dan menolak agenda neo-liberalisme di bumi Indonesia ini, karena bisa kita lihat negara-negara yang telah menolak ajaran neo-liberalisme dan menolak tekanan World Bank dan IMF, mereka mampu mengontrol import dan modalnya dengan baik, seperti negara-negara Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Hongkong dan Malaysia, perelonomian mereka cepat pulih meskipun dilanda krisis yang sama dengan Indonesia di tahun 1997 lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;So....apa untungnya berhutang kepada World Bank dan IMF ? Mungkin hanya ‘mereka’ yang mendapatkan “keuntungan” secara “langsung” yang merasa masih perlu dan harus ngutang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banjarbaru, 4 Agustus 2004&lt;br /&gt;Modified by &lt;b style=""&gt;DeRa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-3243178992905040578?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/3243178992905040578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=3243178992905040578' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/3243178992905040578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/3243178992905040578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/world-bank-apa-dan-siapa-bagian-ii.html' title='WORLD BANK, APA DAN SIAPA ? (Bagian II)'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-6588377532551985092</id><published>2008-07-19T14:55:00.000+07:00</published><updated>2008-07-19T15:03:32.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekedar Berbagi'/><title type='text'>WORLD BANK, APA DAN SIAPA ? (Bagian I)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tentunya temen-temen sering mendengar kata World Bank, namun apakah temen-temen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengetahui apa dan siapa world bank itu?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah temen-temen tahu apasih yang dikerjain world bank di Indonesia ?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terus kenapa sekarang orang-orang pada ngeributin kerjaannya world bank yang konon katanya ngak bener dan semakin nyusahin bokap-bakop and nyokap-nyokap kita, nyusahin petani, nyusahin nelayan, nyusahin kaum buruh, pokoknya semua orang dibuat susah deh.....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah...ini ada sedikit pengetahuan tambahan buat temen-temen yang mo tahu apa dan siapa world bank itu, mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita semua terus kalo ada yang mo ngediskusiin lebih bagus lagi tuh..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sejarah Lahirnya World Bank&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cikal bakalnya si World Bank ini dimulai sewaktu lagi seru-serunya Perang Dunia ke 2, adalah seorang yang bernama &lt;i style=""&gt;Henry Morgenthau, &lt;/i&gt;Sekretaris Bidang Keuangan Amerika, beliau ini ceritanya punya bayangan apa yang akan terjadi di dunia ini kalo perang udah selesai trus dibantu oleh seorang penasehat internasional bidang ekonomi, &lt;i style=""&gt;Harry Dexter White &lt;/i&gt;mereka berdua bikin momerandum yang akan menyelaraskan pertukaran nilai uang internasional dan mempromosikan perdagangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ide mereka ini di bawa ke dalam konferensi moneter dan keuangan PBB yang diadakan di Hotel Mount Washington, Bretton Woods, New Hampshire, di Amrik sono.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Konon ada sekitar 700 delegasi dari 43 negara yang ikut di pertemuan yang berakhir pada tanggal 22 Juli 1944 dan mereka-mereka yang hadir itulah yang membidani lahirnya si World Bank dan sodara kembarnya si IMF (&lt;i style=""&gt;International Monetary Fund&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terus apa sih tujuan kehadiran world bank ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Katanya sih misinya si World Bank atau nama panjangnya &lt;i style=""&gt;International Bank for Reconstruction and Development&lt;/i&gt; &lt;b style=""&gt;(IBRD)&lt;/b&gt; ini adalah untuk “&lt;i style=""&gt;membantu pembangunan dan rekonstruksi teritori para anggota bank dunia dengan memfasilitasi investasi kapital untuk tujuan produksi&lt;/i&gt;”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi...misi utama keberadaan bank dunia (di Indonesia-in aja ya biar gampang nyebutinnya) adalah Pembangunan, mengingat pada masa itu hampir separo negara-negara di dunia mengalami perang dunia yang melumpuhkan perekonomian mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sementara sodaranya yaitu si IMF punya misi untuk merekonstruksi dan ngejagain sistem moneter internasional yang pada masa itu bangkrut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gimana Struktur Organisasi Bank Dunia ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dewan Gubernur (Board of Governor)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dewan Gubernur adalah lembaga pengambilan keputusan tertinggi di Bank Dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Para Gubernur dan Wakil Gubernur ditunjuk oleh masing-masing negara anggota, yang biasanya adalah Menteri Keuangan atau Pimpinan Bank Sentral yang memiliki otoritas penuh berbicara atas nama pemerintah masing-masing.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dewan Gubernur bertemu setahun sekali dalam sidang tahunan Bank Dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dewan Direktur (Board of Directors)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dewan Gubernur mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan sehari-hari kepada Dewan Direktur yang terdiri dari 24 Eksekutif Direktur (ED) yang ditunjuk dan dipilih mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;5 (lima) dari ED dipilih oleh 5 (lima) negara yang memiliki saham terbanyak di Bank Dunia dan 19 lainnya mewakili kelompok negara dan masing-masing dipilih oleh negara yang tergabung dalam kelompok tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Posisi ED di 19 kelompok ini merupakan posisi yang bergilir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dewan Direktur memilih seorang Presiden untuk menjalankan pekerjaan Dewan Direktur sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;KELOMPOK BANK DUNIA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ternyata yang namanya Bank Dunia itu ngak sendirian, setelah yang sulung lahir disusul sodara-sodaranya yang lain, jadi sampe saat ini mereka ada 5 (lima) be-sodara selain dengan kembarannya si IMF, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;IBRD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;International Bank for Reconstruction and Development&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; alias Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Didirikan tahun 1944, dengan tujuan utama untuk meminjamkan uang dengan bunga yang berlaku di pasaran untuk keperluan pembangunan dan investasi proyek ke negara-negara berkembang dengan pendapatan perkapita yang relatif tinggi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pinjaman diberikan kepada pemerintah atau proyek yang dijamin oleh pemerintah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sumber dana berasal dari negara-negara anggota IBRD yang memberikan kontribusi uang kontan atau menjaminkan obligasinya di pasar modal internasional.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sampai tahun 1994 pinjaman keseluruh dunia telah mencapai US$ 14,25 miliar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;IDA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;International Development Association&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; / Asosiasi Pembangunan Internasional&lt;br /&gt;Didiri-in pada tahun 1960, tujuan utamanya untuk ngutangin negara-negara miskin yang pendapatan perkapita tiap tahunnya kurang dari 1.345 US$, dengan bunga yang lebih rendah yang berlaku dipasaran.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pinjaman diberikan kepada pemerintah atau proyek-proyek yang dijamin oleh pemerintah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sumber dana IDA berasal dari negara pendana IDA, sebagian keuntungan IBRD, dan pengembalian kredit IDA.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sampai dengan tahun 1994 pinjaman IDA udah mencapai US$ 6,59 miliar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;IFC&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;International Finance Corporation&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; / Korporasi Keuangan Internasional&lt;br /&gt;Didirikan pada tahun 1956, dengan tujuan untuk membangun sektor bisnis swasta di negara berkembang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pinjaman ditujukan untuk bisnis swasta.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sumber dana dari negara anggota yang menjaminkan obligasinya di pasar modal internasional dan keuntungan yang didapatkan dari pendapatan yang tidak dibagikan kepada pemegang saham.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sampai tahun 1994, pembiayaan, pinjaman, dan investasi di seluruh dunia mencapai US$ 2,5 miliar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;MIGA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Multilateral Investment Guarantee Agency&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; / Agensi Penjamin Investasi Multilateral&lt;br /&gt;Didirikan tahun 1988, dengan tujuan untuk menyediakan asuransi resiko politik bagi investasi bisnis di negara berkembang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MIGA tidak memberikan pinjaman namun memberikan asuransi untuk kontrak bisnis swasta.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sumber dana dari negara anggota yang mengagunkan polis asuransinya dan pendapatan premi dan biaya komitmen.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kontrak yang dikeluarkan pada tahun 1994 mencapai US$ 373 juta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ICSID&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;International Center for Settlement of Investment Dispute&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; / Pusat Internasional Penyelesaian Sengketa Investasi&lt;br /&gt;Didirikan pada tahun 1966, untuk menyediakan layanan penengah dalam perselisihan antara investor asing dan pemerintah lokal yang timbul sebagai akibat dari adanya penanaman modal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ICSID beranggotakan 131 negara, dimana anggotanya harus juga merupakan anggota IBRD.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Modified by dEr@&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung ya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-6588377532551985092?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/6588377532551985092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=6588377532551985092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/6588377532551985092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/6588377532551985092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/world-bank-apa-dan-siapa-bagian-i.html' title='WORLD BANK, APA DAN SIAPA ? (Bagian I)'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-7543687626042179919</id><published>2008-07-19T14:45:00.000+07:00</published><updated>2008-07-19T14:50:49.067+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyapa nurani'/><title type='text'>Ketika masa berganti</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sesaat bayang kelam kepapaan melintas lirih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Semburat  saga di ufuk timur merebak, namun tak menerangi&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-family: arial;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Gelab jiwa-jiwa terjajah.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Menapaki kebebebasan semu dalam selaput pengkhianatan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bermula&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika keraguan akan pilihan merdeka; keberanian kaum muda di lupa sejarah...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berlanjut dalam keriangan durjana bermantel malaikat, yang mengangkat gelas anggur kepedihan tinggi tinggi di sekeliling bundar meja kebodohan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Angkara yang memerintah dalam kekinian zaman, bermetamorfosa sebagi iblis baru dengan manis mulut berselaput madu pahit; ketamakan dibungkus dengan rapi oleh kebohongan.... dan mereka yang sekarang berdansa di atas mayat mayat pahlawan, membagi derita ditiap mimpi anak muda yang mudah ditipu.... oleh sejarah, oleh pengetahuan busuk yang disebut ilmu dari barat..... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kaum kaum budak dilahirkan di perguruan tinggi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dengan bangga merentas waktu, lebih nista dari pada hewan yg paling hina... menghisap sesama.... mereka tak berhati.. sebab sudah dibusukan oleh dogma kapitalistik yg diajarkan anjing anjing buduk, pelacur intelektual...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menjual bangsa demi sekerat roti....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini sudah sekarat... dikutuk oleh takdir yang digariskan oleh setan setan borjuasi... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak ada tempat untuk rakyat memerdekakan diri.. sebab kebebasan hanya untuk para pengabdi setan... yang berkhotbah atas nama demokrasi namun dibelakang menghunus senjata, menikam mereka yang papa, menindas sesama....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Baiknya kita hancurkan saja bangunan bobrok yg mereka sebut negara... sebab tak juga ia menjadi jera oleh sejarah yang berulang.... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Baiknya kita usir kaum komprador jauh jauh, agar tidak lagi mereka melacur...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Baiknya kita gantung kaum budak penjilat pantat, agar tidak hina negeri ini...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Baiknya kita berlawan dengan zaman, sebab derita ini bukan takdir.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Angkat tinju mu... berlawanlah...... sebab mereka bukan utusan tuhan... mereka najis yang harus disingkirkan, agar kemenangan menjadi sempurna, agar kemerdekaan berkekalan, agar kita menjadi tuan atas tanah kita sendiri... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Banjarbaru, 26 Oktober 2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Ketika kemarahanku mencapai langit dan kesabaran hilang tergerus angin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-7543687626042179919?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/7543687626042179919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=7543687626042179919' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/7543687626042179919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/7543687626042179919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/ketika-masa-berganti.html' title='Ketika masa berganti'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-3337728653073286713</id><published>2008-07-18T14:45:00.003+07:00</published><updated>2009-02-22T16:08:23.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perenungan'/><title type='text'>Anak-anak muda dalam lingkaran kehidupan</title><content type='html'>"Kadang hidup memang seperti tidak adil"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan kadang aneh... banyak yang bilang bahwa hidup bagai roda yang berputar, tapi menurutku ga juga tuh....&lt;br /&gt;Aku saat itu sedang jalan di sebuah kota di kalimantan, sebagaimana kota2 besar di daerah, kota inipun sedang dalam tahap membangun...banyak ruko-ruko di dirikan atau baru dalam tahap pembangunan.  Di beberapa sudut agak keluar kota nampak juga perumahan-perumahan KPR BTN.  Dan seperti biasa di Kota yang mulai menggeliat itu nampak cafe-cafe baik itu permanen ataupun cafe-cafe tenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah cafe tenda, nampak sekelompok anak muda yang lagi "hang out" dan kayaknya enjoy banget dengan pembicaraan mereka, itu terlihat dari gelak tawa mereka...nampaknya hidup bagi mereka begitu menyenangkan.  Bukan bermaksud usil ketika tanpa sengaja aku dengar apa pembicaraan mereka...dan bukan bermaksud apa-apa kalo aku duduk kebetulan dekat dengan mereka.  Aku pikir ga ada salahnya juga nguping sedikit pembicaraan antara anak-anak muda itu..aku lirik pakaian dan penampilan mereka..yah..lumayanlah..mereka mengikuti mode betul nampaknya.&lt;br /&gt;Sekilas nampak kalo mereka anak-anak orang berada, terlihat dari handphone dan assesories yang mereka kenakan.  dari pembicaraan mereka ternyata mereka membicarakan fashion show yang baru aja mereka saksikan, dan juga tentang musik atau tepatnya konser musik.  Nampaknya emang menyenangkan kehidupan mereka tuh..dalam pembicaraan mereka sesekali aku dengar mereka mencemooh teman-teman mereka yang katanya terlalu sok dan cari muka sama dosen...wow..apapula itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghirup asap rokokku, menghembuskannya pelan-pelan..terbayang aku akan anak-anak didesa yang baru 2 hari sebelumnya aku tinggalkan dan membandingkan dengan kehidupan anak2 desa tersebut...wah..sebuah kontradiksi atau bahkan sebuah paradoks...Sebuah sketsa kehidupan yang seakan-akan hitam putih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari sebelumnya, aku berada di sebuah desa yang bernama RUNTU, di kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat.  Jauh berbeda dengan kondisi di kota Palangkaraya yang sepertinya jauh dari masalah dan anak-anak mudanya begitu menikmati hidup, di desa Runtu, kehidupan begitu mencekam...konflik agraria, perebutan hak atas tanah antara masyarakat Desa Runtu yang sudah bermukim disana sejak sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik ini di kumandangkan oleh Sukarno dan Hatta....dengan sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang baru sejak tahun 2006 mengajukan ijin konsesi perkebunan, bahkan HGU aja perusahaan tersebut belum memiliki, namun kenyataan di lapangan, perusahaan sudah melakukan land clearing di back up secara penuh oleh aparat kepolisian setempat tentu sebagaimana kebiasaan sebuah perusahaan yang eksploitatif, mereka memiliki tenaga keamanan sendiri yang kadang lebih kejam dari pada tentara jengish khan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan desa yang bersahaja, berubah menjadi rangkaian teror psikologis bagi masyarakat desa... Masa depan anak-anak muda di desa tersebut seakan-akan buram dan tidak jelas, apa yang bisa di harapkan mereka dari kehidupan penuh tekanan tersebut...?? Beberapa Tokoh desa yang mencoba membela hak mereka di tahan dan di kriminalisasikan dengan tuduhan yang dibuat sedemikian rupa... Salah seorang anak muda yang aku kenal dengan gagah berani membela hak orang tuanya, membela hak keluarga dan hak warga desa lainnya, di kriminalisasikan dan di jebloskan ke dalam penjara...wow.. sungguh luar biasa negara ini...anak-anak muda pemberani yang tidak sudi menghamba pada investasi asing dan juga mau mandiri serta berdaulat atas tanah, berdaulat atas sumberdaya kehidupannya, dengan begitu arogan di kriminalkan...Dalam sebuah kesempatan, seorang petinggi di kabupaten tersebut mengatakan, bahwa mereka harus menerima pembangunan dan untuk membangun mereka perlu dana dari luar negeri, agar masyarakat menjadi sejahtera...wow..wow... sebentar dulu... sebegitu jauh perampasan hak tanah atas rakyat yang dilakukan oleh aparatus negara dan investasi...tidak ada satupun yang mampu mensejahterakan rakyat di seluruh pelosok negeri ini...yang kaya yah tetap saja..komprador-komprador dan para Kabir (kapitalist birokrat) yang menghamba pada modal dan emnggunakan kekuasaan sebagai alat untuk menindas sesama dan mengisap kaum sebangsa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakadilan ini memang sebuah paradoks bagi kehidupan berbangsa di negara ini, anak-anak muda di kota dengan tenang menikmati kucuran uang dari oarang tua mereka, yang mungkin bagian dari kapitalis birokrat yang selalu mengatas namakan pembangunan dan kesejahteraan rakyat, atau juga orang tua mereka adalah para anggota dewan yg gila hormat dan selalu merasa bekerja untuk rakyat...dan mereka dimanjakan oleh keadaan, menjadi kumpulan2 mahkluk hedonist yang bagiku menjijikan...anak-anak muda tanpa empati...anak-anak muda tanpa hati nurani, yang menganggap kemiskinan dan pemiskinan yang terjadi adalah hal yang biasa, dan menganggap kekayaan yang diperoleh orang tuanya adalah karunia...mereka menjadi makhluk-makhluk yang beranggapan, bahwa tuhan hanya ada untuk orang-orang seperti mereka dan kemiskinan serta pemiskinan yang terjadi adalah ganjaran atas kebodohan orang-orang di desa, ataupun yang berada di sudut-sudut kota...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak muda ini di ajarkan untuk berdoa bagi kemuliaan diri sendiri..anak-anak muda ini di ajarkan utk mengenal tuhan yang di puja-puji orang tua mereka yang lalim..kesholehan yang sangat egois...tidak ada kesholehan sosial di hati para komprador... Dan Negara telah memfasilitasi kelaliman ini dengan sangat sadar dan terbuka...&lt;br /&gt;astaga...!!!!&lt;br /&gt;Bayangkan tuhan seperti apa yang dipercaya oleh orang tua-orang tua anak-anak muda kota yang hedont tersebut...bila terjadi bencana banjir di suatu tempat, dengan lantang mereka mengatakan...ini takdir tuhan...rakyat harus tawaqal...sabar dan menerima segala bencana itu dengan rela...padahal...bencana banjir itu terjadi setiap tahun di tempat yang sama, di daerah yang sama...sungguh kejam tuhan mereka itu kalo begitu...yang setiap tahun di bulan yang hampir sama memberikan bencana di tempat yang sama pula...luar biasa tentunyakan...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam kian larut, tawa anak-anak muda itu kian redup...sembari merenung perlahan aku tinggalkan kawasan tempat ngumpul anak-anak muda itu...dendamku pada keadaan semakin menghitam...suatu saat... suatu saat pasti akan aku balas..tapi sudahlah...malam itu aku harus cepat tidur agar besok paginya tidak kesiangan, karena perjalananku masih harus kulanjutkan lagi...masih banyak tempat dan cerita yang harus aku hadapi...yah...inilah kehidupan di negara yang tidak pernah selesai dalam menterjemahkan sejarahnya...kumpulan bangsa yang mulai kehilangan filosofi dasar kehidupannya...kumpulan bangsa yang tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar pembentukan bangsa ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-3337728653073286713?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/3337728653073286713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=3337728653073286713' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/3337728653073286713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/3337728653073286713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/anak-anak-muda-dalam-lingkaran.html' title='Anak-anak muda dalam lingkaran kehidupan'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-4323832663032438469</id><published>2008-07-18T09:42:00.000+07:00</published><updated>2008-07-18T10:24:58.165+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan hati'/><title type='text'>Untukmu yang selalu ku cintai</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kadang Tuhan mendatangkan badai dan sembunyikan matahari, dan kita merasa Tuhan tidak adil.  Ternyata Tuhan menciptakan untuk kita indahnya pelangi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dibilang aku cengeng..boleh-boleh saja, yang jelas aku sendiri merasa bukan lelaki cengeng tapi lebih pada melancholis dan romantis..(caelaah...he he he...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya seseorang dalam hidupku yang aku meyakini benar, dialah cintaku..  Memang kesannya berlebihan, tapi begitulah kenyataannya yang aku rasakan.&lt;br /&gt;Kejadian yang aku ceritakan kali ini adalah sebuah pelajaran berharga bagiku, pelajaran tentang arti mencintai, pelajaran tentang bagaimana menjaga sikap, kepercayaan dan bagaimana sebuah proses pendewasaan diri seharusnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kira cinta saja sudah cukup bagi kami untuk melangkah kemasa depan, namun tanpa aku sadari, cinta itu membelengu dan membuat dia terkekang serta merasa jenuh denganku.  Menyakitkan memang..tapi itulah kesan yang aku tangkap ketika dia memutuskan untuk meninggalkanku...sikapku yang tidak dewasa dan selalu ingin menang (katanya seh..).. Egois..itu mungkin kata yang tepat untuk ku saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau aku sendiri tidak yakin bahwa itu sebab dia meninggalkanku.. kebebasan yang dia cari dan dia mau..tidak dia dapat dari aku, bebas untuk berteman dengan siapa saja, bebas untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hang out &lt;/span&gt;dengan teman-temannya yang hampir semuanya laki-laki..dan itu yang tidak bisa aku terima.  Dia mungkin saja menjadikan itu alasan, tapi aku sendiri sangsi, mungkin saja dia punya pilihan laki-laki lain...bisa saja tohk..??? (ah..kembali subyektivitasku bermain..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sejujurnya...walau aku mencoba untuk ikhlas menerima kenyataan ini..aku masih tidak bisa ikhlas menerimanya..masih saja ego ku mengekang perasaanku dan menjadikannya pisau yang mengiris-iris perasaanku.  Aku terluka..entah apakah ini karena ego ku yang terlukai..atau ini benar-benar perasaan cintaku yang begitu besar padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai-sampai..aku membuat kebodohan dengan menelpon dia hampir setiap saat, mengirim SMS dan macam-macam ulahku lainnya yang aku sendiri sadar, itu tidak akan memperbaiki keadaan tapi malah bikin dia tambah BT... Ha ha ha....aku merasa kok kalo aku ni dah setengah syaraf...he he he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat blog ini aku ingin sampaikan perasaanku yang besar padanya..walau aku ga yakin dia baca blogku ini..aku hanya pengen menuliskannya dan melepaskan rasa sesak di dadaku...&lt;br /&gt;Sikapku yang setelah kejadian itu baru aku sadari adalah kekanak-kanakan dan aku walaupun sudah berumur 30-an masih belum dewasa...memalukan memang..!!  Dibalik semua itu aku merasa juga seh ternyata banyak kesalahan yang sudah aku lakukan padanya bahkan pada diriku sendiri.  Kata-kataku yang sering kali kasar pada orang lain..itu kadang terucap juga ke dia dan ternyata dia sakit hati karena itu..aku begitu bodoh karena ketidak mampuanku mengelola emosi dan amarahku yang kadang meletup-letup, walau aku ga pernah "main phisik" lho...itu yang selalu aku usahakan untuk tidak terjadi, semarah-marahnya aku, aku ga mau sampai memukul bahkan untuk sekedar mencubit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang agak possesive..dan sangat takut kehilangan dia..ah ternyata sifat seperti itu yang justru membuat dia pergi dariku...&lt;br /&gt;Aku pengen dia hanya untukku..tidak mau aku berbagi dengan orang lain, maksudku cowok2 lain..ga akan aku mau..tapi kadang aku melakukan kesalahan dengan menjadikan temannya sebagai rivalku...ha ha ha ha ha.....aku bodoh betul dengan bersikap demikian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semuanya terlambat...kenapa aku baru menyadari hal tersebut...memang kata orang ga ada kata terlambat untuk memperbaiki semuanya...tapi ternyata tidak untukku...pintu ma'af itu sudah tertutup bagiku dan justru kebencianlah yang hadir di hatinya....dia benci untuk mencintaiku (kayak judul lagu yah...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa sangat letih, lelah dan penat dengan semua ini...aku berusaha untuk bangkit dan menjadikan hidup ini lebih baik... Seorang teman mengirimkan SMS pagi itu yang berisi pesan dengan kata-kata yang menyejukan hatiku...thanks ya Lien...kamu memang temen yang baek..walau kadang bikin sebel..he he he....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai lelaki aku merasa gagal dalam melindungi sesuatu yang berharga dalam hidup...mencintai dan dicintai...ini menyakitkan, tapi aku berharap..badai ini segera berlalu dan memunculkan pelangi di masa depan...walau aku masih selalu berharap dia berkata padaku..bahwa dia mau menerima aku kembali dan menikmati indahnya pelangi itu bersama-sama.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-4323832663032438469?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/4323832663032438469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=4323832663032438469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/4323832663032438469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/4323832663032438469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/untukmu-yang-selalu-ku-cintai.html' title='Untukmu yang selalu ku cintai'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-1839760333031515618</id><published>2008-07-16T15:27:00.001+07:00</published><updated>2008-07-23T01:25:32.941+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Malam di Desa Pagar Bumi, Ciamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mengapa orang miskin selalu dijadikan korban..??"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa..bila aku tiba di suatu tempat, hari selalu menjelang malam....&lt;br /&gt;Begitu juga ketika aku memasuki kawasan Desa Pagar Bumi, Kabupaten Ciamis hari itu...&lt;br /&gt;Keheningan dan kesunyian mencengram suasana desa.... Ada apakah..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari sebelumnya, aku membaca di koran dan juga melihat di televisi...tentang operasi illegal logging di kawasan desa tsb.. aku tertarik untuk melihatnya dari dekat sehingga tawaran seorang teman utk mendampingi Tim Pencari Fakta dari Komnas HAM pada waktu itu tanpa pikir panjang langsung aku terima....karena aku tidak yakin bahwa petani di desa tega menghancurkan lingkungan timpat mereka menumpukan harapan dan hidup begitu saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah rumah, nampak beberapa orang berkumpul dan ketika aku berhenti, nampak raut wajah mereka agak terkejut dan mata mereka menatapku curiga, entah apa yang ada di benak mereka pada waktu itu..&lt;br /&gt;Aku memperkenalkan diriku, setelah yang lain juga memperkenalkan diri..seketika wajah mereka yang tegang agak mengendur.dan beberapa diantaranya mulai bisa tersenyum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari telah gelap ketika kami berkumpul di teras rumahsalah satu warga, dan mulailah terjadi dialog yang cukup unik, karena kami menggunakan bahasa Indonesia sementara warga desa menjawabnya dengan bahasa daerah, bahasa ibu mereka bahasa Sunda.....Demikian juga ketika mereka bertanya, mereka menggunakan bahasa Sunda dan kami membalasnya dengan bahasa Indonesia, sebuah komunikasi yang unik..namun untuknya ada teman yang bisa berbahasa Sunda dan menjadi translater dadakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit aku ceritakan kenapa sampai Komnas HAM datang kesana...seperti yang aku sebutkan ditas beberapa waktu sebelumnya daerah tersebut dijakdikan daerah operasi pemberantasan illegal logging dengan nama Operasi Hutan Lestari Lodaya...dan penduduk desa tersebut dikatakan sebagai para pembalak hutan jati dikawasan tersebut..namun dibalik kegiatan yang seharusnya mulia tersebut ada cerita lain, dimana menurut laporan beberapa aktivis NGO dan juga Ormas Tani setempat, para penduduk desa di intimidasi dan terjadi suatu bentuk teror...  Tentunya ini harus di cari kebenarannya, untuk itulah beberapa Organisasi Masyarakat Sipil dan Ormas2 Tani membentuk Tim Advokasi yang bekerja sama dg Komnas HAM untuk mengungkap kebenaran dibalik semua issue dan cerita yang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok..kembali ke ceritaku tadi...&lt;br /&gt;Setelah saling memperkenalkan diri, mulailah satu persatu penduduk desa bercerita ttg apa yg terjadi, hampir semua yang hadir adalah Ibu-Ibu dan Anak-anak...(kemudian baru kami tahu bahwa para lelaki dewasa byk yang lari bersembunyi karena takut ditangkap oleh aparat).&lt;br /&gt;Cerita yang mereka paparkan sangat mencengangkan, dimana para aparat yang seharusnya melindungi warga negara dari intimidasi dan teror, justru menyebarkan teror di desa tersebut.  Sehingga anak2 takut berangkat kesekolah bahkan untuk tidu malampun mereka memilih tidur di Mesjid karena takut pulang kerumah.  Dalam melaksanakan tugasnya..pihak aparat melakukan berbagai tindakan yang tidak terpuji..mereka telah menodai nama kesatuan mereka sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa rumah di bobol dan bahkan ada harta benda penduduk yang di ambil, bahkan pada sebuah rumah yang juga memiliki warung, terjadi penjarahan...Barang2 dlm rumah dirusak dan barang2 dlm warung banyak yang diambil, beberapa ekor ayam penduduk di ambil, begitu juga dengan kolam ikan peliharaan penduduk...ikannya diambil.  Beras beberapa karung diambil untuk makan para aparat tersebut..tentunya ini bisa dipastikan bukan perintah dari atasan mereka..tapi memang bentuk arogansi mereka yang bertugas.  Kami sempat melihat-lihat rumah penduduk yang di bongkar dan juga warung yang dijarah tersebut...kejadian ini sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkeliling melihat-lihat keadaan rumah-rumah penduduk..aku duduk termenung..mengapa terjadi hal yang seperti ini..sudah tidak ada lagi keadilan itu..sudah matikah rasa dan hati nurani aparat-aparat tersebut sehingga mereka tega berlaku demikian terhadap penduduk desa yang rata-rat petani dan tergolong miskin tersebut...mengapa mereka dijadikan sasaran ketidak becusan orang lain dalam mengurus sebuah perum perkebunan.  Mengapa orang "kecil"..penduduk miskin di desa yang di salahkan..???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya memang banyak sekali terjadi penyimpang, tapi penyimpangan kali ini memprihatinkan sekali, dimana disatu sisi sebuah Perusahaan milik negara yang diharapkan mampu memebrikan kesejahteraan masyarakat, setidak-tidaknya masyarakat sekitar konsesi perkebunan tersebut...justru berlaku sebaliknya..dalam beberapa waktu ini saja telah terjadi extra judicial killing yang dilakukan oleh petugas keamanan perusahaan tersebut terhadap para petani miskin di desa2 sekitar konsesi mereka...hanya berlandaskan pada KECURIGAAN saja, sudah cukup bagi aparat keamanan tersebut untuk menembak orang yang belum tentu bersalah.  Mereka bagaikan negara dalam negara...dan sebagai imbasnya..orang-orang miskin yang menjadi korban....  Kenapa selalu orang miskin yang jadi korban..???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-1839760333031515618?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/1839760333031515618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=1839760333031515618' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/1839760333031515618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/1839760333031515618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/malam-di-desa-pagar-bumi-ciamis.html' title='Malam di Desa Pagar Bumi, Ciamis'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-3802796746272353830</id><published>2008-07-15T22:36:00.000+07:00</published><updated>2008-07-15T23:23:53.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Long journey to paradise</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku lelah banget..bukan tubuhku..tapi hatiku..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku tiba di Batu Sahur, sebuah desa kecil dengan jumlah penduduk yang tidak lebih dari 15 KK itu..aku membayangkan bahwa kehidupan bersahaja masyarakat desa dengan alamnya yang masih asri itu tentu sangat menyenangkan....Perjalanan yang aku tempuh dengan jalan kaki selama 4,5 jam sejenak aku lupakan... Rasa lelah, haus dan penat terhapus sesaat oleh nyamannya udara dan suasana desa kecil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkong rebus dan teh hangat di sore yang mulai dingin....telah menghapus semua kepenatan, sambil duduk di beranda rumah panggung, aku berbincang-bincang dengan Bapak pemilik rumah, Pak Sarni..beliau sangat ramah dan baik hati tentunya, karena mengijinkan aku untuk menginap di rumahnya.  Banyak hal kami perbincangkan, tapi pada intinya seputar desa dan keadaan sekitar desa tersebut, karena aku sangat tertarik dengan cerita tentang Liang Setangkai, sebuah Gua Kapur yang konon di keramatkan oleh para pemeluk agama Kaharingan di Ampah dan sekitarnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu aku hanya mencuci muka dan menyeka badanku saja, selain karena emang udaranya dingin, aku yang habis menempuh perjalanan cukup jauh sehingga kepenatan dan panas suhu badanku membuat aku malas untuk mandi..tapi tak apalah..yang penting debu di kaki, tangan dan muka telah terbasuh oleh air sungai yang masih bersih dan segar.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa hari sudah beranjak malam....dengan di terangi lampu suluh kami duduk di ruang tengah rumah sambil menikmati kopi hasil tanaman sendiri, maksudku tanaman Pak Sarni sendiri... Kopi tersebut terasa enak sekali memasuki ronggo tenggorokanku..&lt;br /&gt;Pak Sarni bercerita seputar Mitos dan Legenda desa mereka, sangat menarik....  Aku bertanya kepada Pak Sarni, sejak sore tadi sampai menjelang senja, aku tidak melihat anak-anak muda kampung tersebut..kemanakah mereka, apakah pergi ke ladang..??  Jawaban Pak Sarni cukup mengejutkanku..Pemuda-pemudi desa tersebut, hampir semuanya pergi dari desa...minimal mereka pergi ke Kota Kecamatan.. Ketika aku tanya kenapa mereka pergi dari desa...Pak Sarni menjawab dengan menghela napas berat....&lt;br /&gt;"mereka merasa bahwa desa ini terlalu kecil untuk mereka..terlalu terpencil.. memang beberapa diantaranya pergi keluar desa untuk bersekolah, sedangkan sebagian lainhya pergi karena menganggap bahwa kehidupan kaum muda bukan di desa..."&lt;br /&gt;Aku terhenyak mendengar pernyataan yg terdengar seperti keluhan dari mulut Pak Sarni tsb...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah kehidupan kaum muda tidak cocok di desa..?? benarkah kehidupan desa bukan wadah yang cocok dan bagus untuk para kaum muda??  Ah..sepertinya mengada-ada... Sejenak aku teringat kata-kata seorang teman..Bahwa kaum Muda seharusnya menjadi pelopor bagi masyarakt di desa-desa..mengabdi bagi para Petani yang disebutnya sebagai Soko Guru Perjuangan Rakyat...Soko Guru Pembebasan... Tapi ternyata kenyataan tersebut jauh berbeda.  Pendidikan yang mereka kecap di bangku sekolah telah merobah pola pikir dan kesahajaan mereka...Kota bagaikan magnet raksasa yang menarik semuanya...Status sosial orang desa jauh dibandingkan dg status sosial orang kota...Pendidikan telah mengajarkan kepada kaum muda di desa tersebut...bahwa Status Sosial itu sangat penting..!!  Pendidikan telah memutus mereka dari rantai kehidupan masyarakat desa... Pendidikan..!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..Pendidikan seperti apa yang diberikan oleh Bangsa ini..sehingga kaum muda di desa malu menjadi orang desa...Pendidikan seperti apa yang telah menempatkan kaum Tani pada Kasta terendah dalam status sosial di negara ini...???  Kepenatan dan rasa lelahku seketika menyeruak...perih...  Dibalik kesahajaannya..Kaum Tani di Desa menyimpan kepedihan dimana pekerjaan mereka tidak dianggap sebagai sebuah pekerjaan yang pantas dan layak..Menjadi Petani adalah kenistaan....Sangat menyakitkan...dimana penghargaan terhadap Kaum Tani dan Masyarakat desa ternyata sangat-sangat rendah.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-3802796746272353830?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/3802796746272353830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=3802796746272353830' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/3802796746272353830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/3802796746272353830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/long-journey-to-paradise.html' title='Long journey to paradise'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-5968232303240686654</id><published>2008-06-28T16:47:00.000+07:00</published><updated>2008-07-17T22:50:18.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan hati'/><title type='text'>Menggugat Kenyataan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-family: arial;"&gt;"Bila kekecewaan menyemut di hati...maka lawanlah dengan senyum"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu benar-benar membuatku suntuk..kekecewaan pada orang-orang terdekat dan juga rasa dikhianati menyemut dan mengharu-biru perasaanku.&lt;br /&gt;Apa benar semua ini atas nama kebersamaan dan masa depan yg lebih baik...???? atau ini hanya kepentingan eksistensi dan juga hanya permasalahan subyektif yang menghinggapi setiap insan yg disebut manusia.  Sebuah manifestasi dari apa yg disebut dengki.....namun dikemas dalam wajah yang jauh lebih manis.  Sementara disisi lain..ada manifestasi yang mengatas namakan kebebasan masa muda dan kehidupan yang berbeda..  Apa pula itu..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar bahwa diri ini memiliki kekurangan adalah sesuatu hal yang langka...namun aku mencoba utk menjadi seperti itu, walau aku tau masih banyak hal yang harus ku lakukan.  Namun bila berhadapan dengan tudingan dan juga berhadapan dengan tangis serta atas nama kepentingan masa depan...aku mau tidak mau harus mundur dan mengalah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terlalu klise pernyataanku...kepentingan yg lebih besar, kepentingan masa depan..!!! ha ha ha..aku sendiri rasa-rasanya terlalu jumawa utk menyebutkan hal tersebut.  Tapi apa yg aku hadapi saat itu adalah dilema yang dalam dan juga kekecewaan yg menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terpaut antara rasa cinta dan juga keinginan melihat orang-orang yang aku sayangi bahagia... Sakit dan kepahitan itu akan aku tanggung...sembari berharap, semoga kebahagiaan ada di pihak mereka...  Beruntun aku di hantam oleh problem yang seharusnya tidak perlu terjadi..apabila semua mau berbicara dengan baik..semua terbuka mengatakannya kepadaku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang begitu aku harapkan sebagai sandaranku pun..ikut menghantamku dan meremukan masa depan dlm impianku... Kesalahanku adalah terlalu emosional dan tidak mampu mengelola amarahku..sehingga jelita ku pun berlalu...dia telah menemukan "kehidupan" dan "kebahagiaannya yang lain"... Biarlah..saat ini aku terlalu letih dan penat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa muda memang penuh gejolak..dan aku menyadari, jelitaku lebih memilih berbahagia di kemudaannya ketimbang harus "menderita" denganku... Aku masih mempunyai perjuangan panjang yang penuh tantangan.. Aku tidak berharap lagi jelitaku paham akan keadaanku..karena percuma semua itu...harapanku hanya akan menggantung kosong di awang-awang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelitaku sudah memilih..dan aku harap dia menemukan kebahagian dlm kebebasannya..Aku hanya berharap agar dia berhati-hati dan bisa menjaga diri baik-baik...&lt;br /&gt;Orang-orang terdekatku juga sudah menentukan pilihannya..&lt;br /&gt;Aku tidak akan menyerah dalam kehidupan ini..karena impian masa depanku bukan hanya utk aku..tapi aku harap mampu membaginya dengan banyak orang...dan memberi kebahagiaan bagi banyak orang..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-5968232303240686654?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/5968232303240686654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=5968232303240686654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/5968232303240686654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/5968232303240686654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/06/menggugat-kenyataan.html' title='Menggugat Kenyataan'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-6276584115952460226</id><published>2008-06-09T20:59:00.001+07:00</published><updated>2008-07-23T01:26:54.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perenungan'/><title type='text'>Malam di bawah bulan (2)</title><content type='html'>Kadang, kita dihadapkan oleh kenyataan yg paradoks...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerimis menjelang pagi, ketika aku berteduh di depan emperan toko di kawasan menteng.  Dingin udara malam menjelang pagi itu tak terasa karena hangat badan setelah minum bir disebuah cafe, aku celingak-celinguk melihat kejalan menunggu kalau-kalau ada taxi yang melintas karena mataku sudah mulai ngantuk.&lt;br /&gt;Tak sengaja pandanganku terbentur pada sudut emperan toko tersebut, di sana nampak beberapa anak-anak tidur berimpitan.  Mungkin mereka mencoba mengusir dinginnya malam dengan saling menghangatkan badan dengan tidur berdesakan.  Beberapa diantaranya menggunakan baju sekolah putih-merah, baju anak SD.  Ku tatap kelompok anak itu dan menghitung mereka satu-satu, kulihat mereka.  Nampak wajah-wajah kuyu itu tidur tenang di belai hembusan angin dingin musim hujan, jumlah mereka ternyata ada 8 orang.&lt;br /&gt;Entah anak-anak siapa mereka ini, kenapa mereka sampai tidur di emperan toko ini, apakah mereka sudah makan, apakah mereka benar-benar bersekolah... Banyak tanya muncul dibenakku.  Sesekali satu dua diantaranya menepuk badan dan menggaruk, mungkin digigit nyamuk, mungkin juga gatal karena memang tempat itu agak kotor atau mungkin ada kutu busuk di kardus alas mereka tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termenung aku saat itu..teringat beberapa lembar uang lima puluhan ribu yang aku keluarkan untuk bersantai mendengarkan musik dan minum-minum di cafe tadi....&lt;br /&gt;Ahh.....aku berkeluh..perasaanku saat itu gamang dan tidak karuan, ada rasa sesak menyeruak di dadaku.  Bulan yang menyembul samar tertutup gerimis seakan-akan menegurku dengan tatapannya yang sedih dan berduka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-6276584115952460226?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/6276584115952460226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=6276584115952460226' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/6276584115952460226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/6276584115952460226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/06/malam-di-bawah-bulan-2.html' title='Malam di bawah bulan (2)'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-6452866618583873770</id><published>2008-06-06T17:44:00.000+07:00</published><updated>2008-06-06T17:49:15.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyapa nurani'/><title type='text'>DERITA DI TANAH KAUM PEJUANG</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Keping derita itu masih terbuka lebar di kerut-kerut nasib anak nagri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perih torehan pertikaian menggantung di sela angan tentang damai……&lt;/p&gt; &lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lalu jiwa-jiwa ditekan untuk pergi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tinggalkan prahara&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kesedihan larut di jalan-jalan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;……&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tergolek di antara puing-puing………..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Basah oleh darah dan air mata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kenapa mesti mengutuk, kalau kutuk itu sendiri masih melekat erat berbalut dendam&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kenapa mesti menangis kalau tangis itu sudah lama dideraikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ini murka bumi, karna kutuk itu kita yg buat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ini tangis bumi, karna kepedihan itu kita yg torehkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lewat perang, lewat dendam, lewat penistaan alam&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kemana angkara dulu yg kita cipta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Haruskah sisa hidup ini kita gunakan untuk saling tuding dan merajuk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Getir yg kau kecap bukan getirmu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Duka yg kau pagut bukan dukamu sendiri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau kiranya tuan sudi……&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bolehkah kita berbagi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau kiranya tuan sudi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maukah kita berbakti&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Demi mereka yg tergolek di jalan-jalan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota,&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;demi mereka yang tertindas di desa-desa&lt;br /&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Demi jiwa-jiwa yg tertekan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Demi masa depan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di sini, dimana para perjuang berdiri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di bumi kaum satria, derita itu masih menggantung&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;=DeR@=&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(DERITA RAKYAT)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-6452866618583873770?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/6452866618583873770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=6452866618583873770' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/6452866618583873770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/6452866618583873770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/06/derita-di-tanah-kaum-pejuang.html' title='DERITA DI TANAH KAUM PEJUANG'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6937729328770225278.post-5143994270639177967</id><published>2008-06-06T15:50:00.000+07:00</published><updated>2008-06-06T17:38:14.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perenungan'/><title type='text'>Malam di bawah bulan (1)</title><content type='html'>Medio tahun 2005, disebuah desa bernama Bakambit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan orang yang bisa bercerita dengan baik melalui tulisan, tapi kali ini aku mencoba menceritakan kisah yg sudah cukup lama.&lt;br /&gt;Saat itu aku berada disebuah desa di Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru, nama desanya Bakambit dan aku dalam beberapa hari menginap dirumah salah satu penduduknya, Bapak Rahadi.  Bapak Rahadi ini seorang ayah dengan 3 orang anak, yang tertua pada waktu itu duduk dikelas 5 SD dan yang kedua baru duduk di kelas 1 SD sedangkan yang bungsu masih belum sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di desa Bakambit hanya ada 1 Sekolah Dasar Negeri dengan dua orang guru yang mengajar dari kelas 1 sampai kelas 6, 1 orang guru utk mengajar kelas 1 sampai kelas 3, 1 orang lainnya mengajar di kelas 4 sampai dengan kelas 6.  Desa Bakambit sendiri sebenarnya tidak terlalu jauh dari ibukota kecamatan, hanya sekitar 6 kilometer saja.&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan bagaimana pendidikan di sana yang hanya dilayani oleh 2 orang guru.  Sehingga untuk kelas sendiri kelas 1-3 di gabung dalam 1 kelas begitu juga dengan kelas 4-6 di gabung dalam 1 kelas.  ini berakibat pada kualitas pendidikan yang menjadi rendah.  Sementara guru disekolah itu tidak bisa berharap banyak pada orang tua murid untuk memberikan pendidikan seperti membaca dan menulis dirumah karena tingkat pendidikan para orang tua murid itupun rendah, rata-rata tidak tamat SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kedua Pak Rahadi petang itu sedang belajar dengan diterangi lampu minyak tanah yang dibuat dari botol kecil bekas minuman suplemen yang diberi sumbu dan cahayanya tidak terlalu terang itu membantu dia menerangi buku pelajaran bekas kakaknya.  Dengan terbata-bata mencoba melapalkan tulisan yang ada di buku belajar membaca dan menulis untuk pelajar kelas 1.  Untungnya saat itu bulan sedang purnama penuh, menyeruak diantara sela sela cendela yang memang sengaja dibuka.  Semangat anak kecil itu untuk bisa membaca cukup tinggi, walau dia belum bisa melapalkan tulisan dibukunya dengan baik, tapi sangat jelas terlihat dari upayanya melapalkan tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kemudian berjalan menuju beranda dan dari situ aku masih bisa mendengarkan suara anak kecil itu meng-eja tulisan dari buku pelajaran membacanya.  Bulan semakin memancarkan sinar purnamanya dan beberapa saat kemudian suara anak yang sedang belajar membaca itu berhenti, rupanya dia sudah hendak tidur.  Terbayang di benakku bagaimana anak-anak di desa Bakambit ini kedepan, apabila pelayanan pendidikan yang mereka peroleh tidak mengalami peningkatan, akan jadi apa mereka apabila hak mereka sebagai generasi penerus untuk mendapatkan pelayanan dari negara yang seharusnya bertanggung jawab untuk mencerdaskan mereka terabaikan.  Pembangunan memang tidak memihak kaum miskin dipedesaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6937729328770225278-5143994270639177967?l=dera-bakesah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/feeds/5143994270639177967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6937729328770225278&amp;postID=5143994270639177967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/5143994270639177967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6937729328770225278/posts/default/5143994270639177967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/06/malam-di-bawah-bulan-1.html' title='Malam di bawah bulan (1)'/><author><name>dEr@</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17723934962059468857</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_KvAXy9En6PM/SMgKpeEdp_I/AAAAAAAAABQ/f0ddlQAFd-Y/S220/dR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
