Sabtu, 19 Juli 2008

Ketika masa berganti

Sesaat bayang kelam kepapaan melintas lirih
Semburat saga di ufuk timur merebak, namun tak menerangi
Gelab jiwa-jiwa terjajah.

Menapaki kebebebasan semu dalam selaput pengkhianatan,
bermula ketika keraguan akan pilihan merdeka; keberanian kaum muda di lupa sejarah...
berlanjut dalam keriangan durjana bermantel malaikat, yang mengangkat gelas anggur kepedihan tinggi tinggi di sekeliling bundar meja kebodohan.

Angkara yang memerintah dalam kekinian zaman, bermetamorfosa sebagi iblis baru dengan manis mulut berselaput madu pahit; ketamakan dibungkus dengan rapi oleh kebohongan.... dan mereka yang sekarang berdansa di atas mayat mayat pahlawan, membagi derita ditiap mimpi anak muda yang mudah ditipu.... oleh sejarah, oleh pengetahuan busuk yang disebut ilmu dari barat.....

Kaum kaum budak dilahirkan di perguruan tinggi,
Dengan bangga merentas waktu, lebih nista dari pada hewan yg paling hina... menghisap sesama.... mereka tak berhati.. sebab sudah dibusukan oleh dogma kapitalistik yg diajarkan anjing anjing buduk, pelacur intelektual...

Menjual bangsa demi sekerat roti....
Bangsa ini sudah sekarat... dikutuk oleh takdir yang digariskan oleh setan setan borjuasi...
Tak ada tempat untuk rakyat memerdekakan diri.. sebab kebebasan hanya untuk para pengabdi setan... yang berkhotbah atas nama demokrasi namun dibelakang menghunus senjata, menikam mereka yang papa, menindas sesama....

Baiknya kita hancurkan saja bangunan bobrok yg mereka sebut negara... sebab tak juga ia menjadi jera oleh sejarah yang berulang....
Baiknya kita usir kaum komprador jauh jauh, agar tidak lagi mereka melacur...
Baiknya kita gantung kaum budak penjilat pantat, agar tidak hina negeri ini...
Baiknya kita berlawan dengan zaman, sebab derita ini bukan takdir.....

Angkat tinju mu... berlawanlah...... sebab mereka bukan utusan tuhan... mereka najis yang harus disingkirkan, agar kemenangan menjadi sempurna, agar kemerdekaan berkekalan, agar kita menjadi tuan atas tanah kita sendiri...

Banjarbaru, 26 Oktober 2006

Ketika kemarahanku mencapai langit dan kesabaran hilang tergerus angin...

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda