Minggu, 24 Agustus 2008

ANARCHY - Ideologi yang tersingkirkan (I)

“Ketika kesejatian hakikat tergerus oleh kepentingan kekuasaan, maka tidak akan ada lagi kebenaran sebab kebenaran sudah di sulap untuk kepentingan kekuasaan, untuk memperbesar pengaruh atupun untuk kepentingan sekelompok pecundang”

Apa yang terbayang oleh kalian ketika mendengar atau membaca kata ANARKI ato dalam bahasa Inggrisnya ANARCHY..??

Aku sih yakin banget...banyak yang bilang itu tindakan brutal dan ga tau aturan oleh sekelompok orang atau oleh individu-individu yang mencoba untuk mengacau… Emang kerap kali kita dengar para pejabat baik sipil maupun militer atau pejabat keamanan sipil (Polisi maksudnya) yang ngomong bla..bla..bla tentang anarki atau tindakan anarkis… bahkan banyak juga kaum muda yang ngaku aktivis baik dia aktivis di NGO ataupun Aktivis gerakkan mahasiswa..ngomong tentang anarki atau anarkis..tanpa tau arti dan makna dibalik kata satu itu…pengertian tentang Anarki telah di-distorsi sedemikian rupa hingga menjauhi dari arti atau hakikat dari Anarki itu sendiri…


Anarki diambil dari bahasa Yunani, A-NARCHOS atau A-NARCHIA, yang merupakan kata bentukan dari A yang berarti tanpa/tidak/nihil disisipi N dengan ARCHOS atau ARCHIA (yg berarti Pemerintah atau Kekuasaan) di belakangnya. Jadi Anarchos atau Anarchia itu artinya Tanpa Pemerintah, sedangkan ANARKIS berarti orang yang mempercayai dan menganut faham ANARKI. Paham ini Dimulai sekitar akhir abad XVII oleh kaum buruh di berbagai negara Eropa semisal Rusia dan Spanyol, Anarkisme menyebar ke Asia dan AS.

Di dunia ini sebenarnya banyak sekali jumlah Anarkis, karena keberadaan Anarkis yang sudah lebih dari dua abad itu… dan tentu saja terjadi juga Pluralitas pandangan para penganut ANARKI tersebut. Tetapi jangan salah, Anarkis itu mudah sekali ditelusuri, hanya dengan melihat hakikat Anarki, sebab HAKIKAT ANARKI itu Cuma menyangkut Empat Garis Merah, yaitu :

1. ANARKI adalah Perindu Kebebasan Martabat Individu. Ia menolak segala bentuk penindasan. Jika penindas itu kebetulan pemerintah, ia memilih masyarakat tanpa pemerintah. Jadi, anarki sejatinya bumi utopis yang dihuni individu-individu yang ogah memiliki pemerintahan dan menikmati kebebasan mutlak.

2. Konsekuensi butir pertama adalah, Anarki lalu menjadi Antihirarki. Sebab hirarki selalu berupa struktur organisasi dengan otoritas yang mendasari cara penguasaan yang menindas. Bukannya hirarki yang jadi target perlawanan, melainkan penindasan yang menjadi karakter dalam otoritas hirarki tersebut.

3. Anarkisme adalah Paham Hidup yang mencita-citakan sebuah kaum tanpa hirarki secara sospolekbud yang bisa hidup berdampingan secara damai dengan semua kaum lain dalam suatu sistem sosial. Ia memberi nilai tambah, sebab memaksimalkan kebebasan individual dan kesetaraan antar individu berdasarkan kerjasama sukarela antarindividu atau grup dalam masyarakat.

4. Ketiga butir di atas adalah konsekuensi logis mereaksi fakta sejarah yang telah membuktikan, kemerdekaan tanpa persamaan cuma berarti kemerdekaan para penguasa, dan persamaan tanpa kemerdekaan cuma berarti perbudakan.

Lalu apa bedanya ANARKI dengan SOSIALISME LIBERTARIAN..ini ntar deh kita bahas yah…sekarang tentang Anarki aja dulu… Nah..sebagaimana ISME atau paham lainnya di dunia ini, Anarki juga memiliki tokoh-tokoh besar yang terkenal, kayak Max Stiner (1806-1856), Pierre Joseph Prodhoun (1809-1865), Mikhail Bakunin (1814-1876), Peter Kropotkin (1842-1921). Mereka mereka ini boleh dikatakan tokoh-tokoh awal Anarki yang tentunya enggak hanya bikin teori-teori doang, tapi juga berupaya mewujudkan Paham Anarkisme dengan program-program sistematik, atau dengan praktek-praktek konkrit.

Dalam setiap tindak dan karya-karya Kaum Anarki selalu mengacu pada empat garis merah yang tadi udah disebutkan di atas. Tentunya hal itu untuk mengontrol konsistensi garis merah tersebut, berikut ini empat contoh keyakinan kaum anarkis :

1. ANARKISME adalah sebuah sistem sosialis tanpa pemerintahan. Ia dimulai di antara manusia, dan akan mempertahankan vitalitas dan kreativitasnya selama merupakan pergerakan dari manusia (Peter Kropotkin).

2. Penghapusan eksploitasi dan penindasan manusia hanya bisa dilakukan lewat penghapusan dari kapitalisme yang rakus dan pemerintahan yang menindas (Errico Malatesta).

3. Kebebasan tanpa sosialisme adalah ketidakadilan, dan sosialisme tanpa kebebasan adalah perbudakan dan kebrutalan (Mikhail Bakunin).

4. “Kami tidak perlu merangkul dan menggantungkan hidup kepada pengusaha kaya sebab ujungnya mereka untung dan kami buntung. Tanpa mereka, kami tetap bisa mengorganisasikan pertunjukan, acara, demonstrasi, mempublikasikan buku dan majalah, menerbitkan rekaman, mendistribusikan literatur dan semua produk kami, mengadakan boikot, dan berpartisipasi dalam aktivitas politik. Dan kami dapat melakukan semua itu dengan baik” (O'Hara).

Akibat logis sikap Anarki di atas, maka ia menentang Tujuh ISME dan kondisi yang merecoki cita-citanya, sebagai berikut.

1. Melawan (Anti) Kapitalisme – biang diskriminasi ekonomis ialah selalu berujung pada privilese lapisan atas. Kaum anarkis, sebagai bagian sirkuit masyarakat lapisan bawah, yakin bisa melakukan banyak hal secara independen.

2. Melawan (Anti) Rasisme. Kaum anarkis menandaskan semua bangsa, ras, warna kulit, dan golongan adalah sederajat.

3. Melawan (Anti) Sexisme. Kaum anarkis menganggap semua jenis seks: wanita, pria, dan bahkah di luar dua jenis seks itu, memiliki hak yang sama atas apapun.

4. Melawan (Anti) Fasisme atau Supranasionalis. Kaum anarkis beranggapan tak ada bangsa yang melebihi bangsa lain. Semua setaraf dalam perbedaannya.

5. Melawan (Anti) Xenophobia - ketakutan dan kebencian apriori pada hal baru atau asing. Kaum anarkis melawannya sebab xenophobia bisa berkembang jadi fasisme ialah anti terhadap dan menganggap buruk semua hal dari luar.

6. Melawan (Anti) Perusakan Lingkungan, habitat dan segala bentuk perusakan dan atau tindakan kekerasan terhadap semua makhluk hidup. Maka kaum anarkis menentang segala bentuk percobaan dengan hewan. Itu berarti sewenang-wenang terhadap kehidupan. Padahal, kehidupan tak bisa diciptakan manusia, harus dihargai. Maka banyak kaum anarkis yang hidup vegetarian.

7. Melawan (Anti) Perang dan 1.001 sumber, alat dan perkakasnya, misalnya Militerisme. Bagi kaum anarkis, segala bentuk kekerasan atau penghancuran kehidupan adalah nista. Perang adalah sesuatu hal yang sangat tidak berguna bagi dunia dan penghuninya. Maka segala sumbernya harus segera dihapuskan.

Nah lho…lalu gimana dong dengan beberapa pernyataan yang sering keluar dari mulut Pejabat-pejabat di negara ini…”Jangan Bertindak Anarkis..!!” atau sering juga kita dengar dalam diskusi atau pendidikan yang diberikan oleh para aktivis gerakan yang bilang “ Bahwa kita akan melakukan demo atau aksi massa untuk memprotes kebijakan pemerintah, tetapi demo kita adalah aksi damai yang tidak anarkis..!!” he he he…jadi geli kadang kalo mendengar hal-hal kayak gitu…

Ok deh segitu dulu, ntar berikutnya aku coba deh mensarikan beberapa artikel terkait ANARKISME, baik itu Varian-varian Anarkisme, Bagaimana hubungan Anarkisme dengan gerakan sosialisme lainnya, terus yang tadi sempat ku sebutkan, hubungan Anarkisme dengan Sosialieme Libertarian….pokoknya edisi seputar Anarki deh… Mudahan aja bermanfaat…sebagai ilmu pengetahuan kita bersama…ya ga..??

Label:

3 Komentar:

Blogger Viana Judistiro mengatakan...

hayo..sapa yang anarkis??

25 Agustus 2008 pukul 16.23  
Anonymous Anonim mengatakan...

bung dedi apakah anda penganut ideologi anarko

7 September 2008 pukul 00.28  
Anonymous Anonim mengatakan...

Bung Andre yg aku hormati...
Aku rasa ga ada yang salah dg menjadi anarko. Bukankah begitu..??

16 September 2008 pukul 10.19  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda